BPS: Kota Ternate Alami Inflasi 0,42 Persen

by

TERASMALUKU.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat pada November 2019, Kota Ternate mengalami inflasi sebesar 0,42 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 140,91.

Kepala BPS Malut Atas Perlindungan Lubis dalam siaran pers di Ternate, Malut, Senin (2/12/2019) menyatakan untuk inflasi tahun kalender di Kota Ternate sebesar 1,88 persen dan inflasi year on year 2,68 persen. Jika diurutkan Kota Ternate berada di urutan ke 12 dari kota yang mengalami inflasi. “Pada November 2019, Kota Ternate mengalami inflasi pada seluruh kelompok pengeluaran,” ujarnya.

Rinciannya, kelompok bahan makanan sebesar 1,11 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,21 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,21 persen, kelompok sandang sebesar 0,30 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,36 persen.

Dia menyatakan, berdasarkan hasil pemantauan BPS Malut pada pasar tradisional dan pasar modern di Kota Ternate, pada November 2019 terjadi kenaikan IHK dari 140,32 pada Oktober 2019 menjadi 140,91 pada November 2019.

Selain itu, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan dominan mempengaruhi inflasi pada November 2019 antara lain tomat sayur, lemon, cabai rawit, beberapa jenis ikan segar, beberapa jenis sayuran dan semen.

loading...

Sedangkan, pada November 2019, setiap kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing kelompok bahan makanan sebesar 0,23 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08 persen, kelompok sandang sebesar 0,02 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,00 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen.

Secara nasional, dari 82 kota IHK, inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 3,30 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,06 persen. (ant)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *