Buaya Muncul Lagi, Kali Ini Di Negeri Mamala

by
Buaya kembali muncul di sungai Air Besar Negeri Mamala Kabupaten Maluku Tengah Rabu (12/3). Rencana akan dilepasliarkan di Sungai Nief Seram Bagian Timur. FOTO: Koiman

 

TERASMALUKU.COM  –  Lagi, buaya kembali muncul dan menggegerkan warga. Usai penemuan di pusat kota, kini kemunculan buaya di Jasirah Leihitu Negeri Mamala Kabupaten Maluku Tengah. Warga kampung yang menemukan seekor buaya jantan dan langsung diamankan agar tidak sampai mengganggu.

Buaya berukuran sekitar satu meter lebih itu tergolong masih anakan. Zakaria, 55 warga yang kali pertama menemukan hewan reptil itu mengatakan, dia berhasil menangkapnya pada Rabu dini hari pukul 02.00 di Sungai Air Besar dekat jembatan besi arah menuju dalam Negeri Mamala.

“Sebenarnya sudah seminggu lalu warga liat. Tapi dipikir itu kadal,” terang Zakaria. Di Mamala ada sungai besar yang kemungkinan menjadi tempat hidup buaya. Warga yang pernah melihat awalnya berpikir itu adalah kadal. Namun nyatanya, itu merupakan hewan pemangsa.

Dia lantas berinisiatif untuk menangkap dan mengamankan buaya agar tidak sampai mengganggu warga. Zakaria mengaku agar bisa menangkap buaya tersebut, dia memukul kepalanya dengan benda tumpul hingga lemas baru kemudian diamankan. Pasalnya pada pekan-pekan sebelumnya sudah ada banyak penemuan buaya di Kota Ambon.

Petugas BKSDA Maluku mengamankan buaya anakan yang disaksikan sejumlah warga yang penasaran dan ingin melihat buaya

Bahkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku telah beberapa kali turun lapangan mengecek gorong-gorong dekat Pelabuhan Yos Sudarso Ambon yang dilaporkan warga pernah melihat buaya muncul. Hal itu kemungkinan menjadi salah satu alasan, keresahan warga di Maluku yang tinggal sekitar pantai atau dekat sungai-sungai besar.

Usai ditangkap pihaknya lantas menghubungi BKSDA untuk segera diamankan ke tempat aman. Seperti siang tadi, petugas BKSDA meluncur ke Negeri Mamala sekitar pukul 13.00. Kaki buaya dililit dengan tali jemuran, baru setelah petugas BKSDA datang mereka merekatkan moncongnya dengan pita perekat. Sejumlah warga termasuk anak-anak berbondong-bondong ke lokasi untuk melihat buaya tersebut.

Kepala Resor Konservasi Wilayah Maluku Junaidi yang tiba di lokasi memastikan mereka akan kembali untuk pengecekkan lebih lanjut. “Kami amankan dulu, nanti akan cek apakah itu adalah habitat buaya,” sebut dia. Dia memastikan buaya itu akan diobati di kandang karantina di Negeri Paso terlebih dahulu sebelum dilepasliarkan bersama seekor buaya yang sebelumnya ditangkap di dekat pusat perbelanjaan Amplaz.

Mereka berencana melepasliarkan buaya itu di Sungai Nief Desa Dawang Kecamatan Teluk Waru Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). “Esok (14/3) akan ada petugas investigasi dan menyisir lokasi temuan untuk mencari apakah ada buaya lain,” imbuh Kepala BKSDA Maluku, Mukhtar Amin Ahmadi. (PRISKA BIRAHY)

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *