Buka Konferensi Besar Fatayat NU, Menristekdikti Janjikan 1.000 Beasiswa Bagi Pemuda Maluku

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Menteri Riset,Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir membuka Konferensi besar ke 16 Fatayat Nahdatul Ulama (NU) yang berlangsung di Islamic Center, Waihaong Kota Ambon, Kamis (27/4) malam. Dalam pembukaan tersebut Menristekdikti didampingi Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Kapolda Maluku Irjen Pol. Andap Buhdi Revianto, Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler membuka dengan menabuh tifa.

Dalam pembukaan tersebut Menristekdikti berjanji memberikan beasiswa kepada 1.000 generasi muda Maluku yang tidak mampu. “Saya akan berikan beasiswa kepada masyarakat Maluku khususnya yang tidak mampu terutama kaum perempuan agar dapat tingkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Perempuan,” kata Nasir dalam sambutannya saat membuka Konferensi.

Ia juga meminta kepada warga NU agar tidak melek terhadap teknologi dalam menangkal berita-berita hoax, sebab perkembangan teknologi saat ini sudah sangat pesat. Selain itu, Menristekdikti juga berharap agar masyarakat Maluku dapat mengelola dan memperhatikan aspek perikanan agar lebih baik lagi kedepannya.

Nasir juga berharap agar masyarakat Maluku tidak menjadi tamu di rumah sendiri tetapi harus menjadi tuan rumah dalam pengelolaan sumber daya alam terutama Blok Masela nanti. “Saya sampaikan ke Bapak Presiden agar jangan sampai Maluku menjadi penonton yg kedua kali. Perikanan sudah menjadi penonton, jadi jangan sampai pertambangan menjadi penonton,” ujarnya.

Nasir juga menyampaikan, program studi yang berkaitan dengan pertambangan akan dikembangkan di Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. Langkah ini bertujuan untuk mendukung pengoperasian Blok Masela. “Saya yang buka program studi (pertambangan) untuk dikembangkan di Unpatti sehingga mendukung pengoperasian Blok Masela,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dalam sambutannya mengatakan, NU merupakan salah satu organisasi Islam potensial yang punya peranan yang sangat besar dalam membangun bangsa. “Salah satu sumberdaya dan modal strategi pembangunan bangsa dan negara adalah kehadiran organisasi keagamaan yang berpijak pada potensi keindonesiaan yakni NU,” kata Sahuburua.

Sahuburua menambahkan, selain merupakan organisasi Islam potensial, NU juga mempunyai andil ketika perumusan Konstitusi Indonesia sedang dirumuskan. Peran NU dalam kemajuan pembangunan di Maluku menurut Sahuburua sangat besar sekali. Fatayat merupakan organisasi sayap NU yang anggotanya adalah kaum perempuan. (IAN)