Buka Pesta Rakyat Banda, Gubernur Minta Dibenahi Lagi  

Buka Pesta Rakyat Banda, Gubernur Minta Dibenahi Lagi  

511
SHARE
Gubrrnur Maluku Said Assagaff membuka Pesta Rakyat Banda dengan memukul tifa di dampingi Kadis Parawisata Maluku Habiba Saimima dan Wakil Bupati Malteng M. Leleury di lokasi Istana Mini Banda Neira, Rabu (11/10). FOTO : ANTON HUMAS PEMPROV MALUKU

TERASMALUKU.COM,-BANDA-Gubernur Maluku Said Assagaff meminta Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, agar ke depan membenahi lagi dan mengevaluasi, kegiatan-kegiatan yang bernuansa pesta rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Assagaff, saat membuka Pesta Rakyat Banda 2017 di Istana Mini  Kota Neira, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (11/10). Gubernur rupanya kecewa dengan warga yang hadir saat pembukaan kegiatan itu.

“Dalam benak saya, Pesta Rakyat Banda akan dihadir ribuan masyarakat Banda. Tempat ini jadi berlimpah ruah. Yang namanya pesta, tentu harus banyak yang hadir, karena kita ingin mempertotonkan pariwisata Banda,” kata Assagaff. Hadir dalam pembukaan Pesta Rakyat Banda, Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury, Kepala Dinas Pariwisata Maluku Habiba Saimima dan sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Gubernur Assagaff, sudah ada kegiatan Banda Pangel Pulang. Esensinya, di benaknya lanjut Assagaff, orang-orang Banda yang ada di luar, yang sudah berhasil datang ke Banda  untuk duduk bercerita bersama teman-teman dulu dan keluarganya lalu berbagi informasi tentang keberhasilannya. “Mudah-mudahan saja Pesta Rakyat Banda dan Banda Pangel Pulang, bisa menggairahkan partisipasi rakyat Banda di dalam mengisi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di Banda,” harapnya.

Assagaff menegaskan, apapun kegiatan yang digelar pemerintah, jika tidak meningkatkan penghasilan rakyat Banda, tidak ada gunanya sama sekali kegiatan tersebut. Pulau Banda, lanjut Assagaff harus dibangun dengan pariwisata, dibantu dengan sektor-sektor yang lain. “Ini pulau-pulaunya paling indah. Orang sudah mulai mengungkit pulau tertua di dunia yaitu Pulau Banda. Ini yang harus diangkat. Kenapa? Karena laut Banda adalah laut yang paling dalam, hampir 8 kilo meter, butuh jutaan tahun untuk menghasilkan satu pulau kecil,” katanya.

Untuk itu, Gubernur Assagaff berharap bantuan dari para wartawan untuk mengangkat  topik ini dan mencatatkannya melalui media masing-masing. Karena itu di Maluku, Assagaff ingin membangun sektor pariwisata dengan menggar event berskala nasional dan internasional. “Ada Pesta Teluk Ambon, Pesta Meti Kei yang akan diselengarakan pada tangal 22 Oktober, Tour de Moluccas dan Banda Pangel Pulang yang baru saja digelar, termasuk Pesta Rakyat Banda ini,” paparnya.

Lantaran itu, Gubernur Assagaff ingin agar setiap kegiatan–kegiatan dikoordinasi dengan baik, dan menghadirkan sebanyak mungkin orang yang kemudian bercerita tentang pariwisata di Banda. “Bulan depan juga saya mau datang ke sini (Banda), kalau tidak tanggal  10 berarti tanggal 11 November. Namun pertama, saya minta koordinasi dengan Pemda Kabupaten Maluku Tenggah. Mari kita bangun Banda, pulau yang cantik ini, dengan harapan masyarakat Banda akan sejahtera dan makmur,” kata Assagaff.

Pesta Rakyat Banda sendiri mulai digelar tanggal 11 Oktober dan akan berlangsung hingga 11 November 2017. Mendahuluinya sudah ada beberapa kegiatan yang digelar jelang event, diantaranya Lomba Bersih Kampung di Kota Neira, mulai tanggal 8 hingga 9 Oktober.  Belajar Menggambar Sketsa oleh komunitas Sketchwalker dan Maluku Sketchwalk, sejak 7 hingga 10 Oktober, yang digelar di Banda Neira dan Pulau Rhun.

Pada 21 Oktober nanti, para sketchers (seniman gambar sketsa) di New York/Manhattan akan melakukan gambar sketsa pada waktu yang bersamaan dengan para sketchers dari Maluku Sketchwalk, untuk memperingati 350 tahun Perjanjian Breda, pertukaran Pulau Rhun di Kepulauan Banda yang saat itu dimiliki Inggris, dengan Manhattan yang ketika itu dimiliki Belanda. Selain itu, selama sebulan penyelenggaraan Pesta Rakyat Banda, akan digelar berbagai workshop/pelatihan, seminar nasional, dan pertunjukan budaya dan tradisi serta acara Adat Buka Kampung. (ADI)