Bukan Kali Pertama, LIPI Sarankan Pemkot Pasang Alat Tanda Bahaya

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Ledakan plankton beracun di perairan Ambon bukan yang kali pertama. Sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir terjadi ledakan serupa. Pihak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun menyarankan agar pemerintah kota Ambon memasang early warning system.

Blooming atau ledakan plankton beracun ini terjadi kali pertama di Teluk Ambon pada 1994. Intensitasnya naik kembali pada 2012. Akibat kejadian itu puluhan korban tercatat dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan ikan yang ada di perairan itu.

Sementara saat ini, pertumbuhan pembangunan di sekitar pesisir teluk kian pesat. Selain rumah penduduk, ada bagan-bagan budidaya ikan, usaha warung higgaa restoran pun makin menjamur.

Loading...

Dr Augy Syahailatua kepala pusat penelitian laut dalam pun menginginkan adanya upaya penyelematan. “Early warning system bisa bantu warga sekitar agar tahu kondisi laut. Apalagi warga kita paling banyak aktifitas di laut. Harusnya sudah dipikirkan untuk pemasangan alat itu,” ungkapnya, Senin (14/1/2019).

Menurutnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melahirkan alat-alat canggih. Pemerintah daerah Maluku khusunya Kota Ambon, lanjut dia dapat memproyeksikan langkah pencegahan melalui alat tersebut. Pemasangan tanda peringatan tidak hanya untuk bencana seperti tsunami atau gempa. Tapi juga untuk peristiwa semacam ledakan plankton beracun atau harmful algae bloomings (HAB) ini.

“Kami kapasitasnya meneliti. Kalau sudah sering terjadi harapannya pemerintah daerah bisa ambil langkah antisipatif untuk itu,” lanjut dia. Selanjutnya, LIPI bakal berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membahas lebih lanjut soal ledakan fitoplankton. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *