Bulog Tunjukkan Jenis Beras yang Disebut Beras Plastik

by
Bulog Maluku tunjukkan beras jenis LN 5 persen Thailand yang dilaporkan sebagai beras plastik, (17/2). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM, AMBON, – Pihak Bulog menunjukkan jenis beras yang dilaporkan sebagai beras plastik. Namun itu diyakini pihak Bulog bukanlah beras plastik seperti kabar yang ramai beredar.

Sampel beras yang sama dengan yang dijual di Toko Rianti, Masohi, Senin (17/2/2020) siang ditunjukkan kepada wartawan. Beras Bulog tersebut beras asal Thailand jenis LN 5 persen. Itu merupakan jenis beras yang sama persis dengan yang diberitakan sebagai beras plastik.

Hasil beras yang ditanak menjadi nasi dan tetap aman dimakan

Kepala Divisi Regional Bulog Maluku, Asmal, menyatakannya siang tadi. “Ini beras yang sama dengan yang di Masohi itu. Bisa dilihat bulirnya. Kalau sudah matang juga bisa dimakan,” sebutnya seraya menunjukkan beras jenis LN 5 persen itu. Pihaknya juga telah menyiapkan nasi dari beras jenis itu dan Asmal langsung memakannya untuk membuktikan jika itu beras yang aman.

Dia hakul yakin laporan pemilik toko serta kekhawatiran ada beras plastik produksi bulog tidak akan terbukti. Jenis beras ini, lanjut dia, juga diberikan kepada anggota TNI setiap bulan sebagai beras jatah.

Untuk itu, bulog sendiri mendistribusikan jenis beras ini sebanyak 200 karung kepada para anggota TNI. “Dan lagi kalau dia plastik logikan kalau masak pasti dia meleleh. Karena itu kan plastik,” imbuh mantan Wakil Kadivre Bulog Sulawesi Selatan itu kepada Terasmaluku.com.

loading...
Rapat koordinat bersama BPOM Ambon dan Disperindag terkait laporan beras bulog plastik di Masohi pagi tadi. Dok. Bulog Maluku

Lebih jauh dia menerangkan beras bulog yang masuk ke Masohi dan yang dibagikan sebagai beras jatah berasal dari Thailand. Karakter bulir beras utuh dan minim patahan. Atau dengan istilah lain patahannya hanya 5 persen dan kadar air 14 persen. Itu sudah masuk dalam batas penerimaan beras bulog yakni 20 persen patahan. Artinya, jenis ini merupakan jenis premium dengan bulir utuh.

Meski begitu pihaknya telah berkoordiansi dengan BPOM Ambon juga Disperindag Maluku pagi tadi. Dalam pertemuan itu, sampel beras dibawa ke BPOM untuk diteliti lebih lanjut. Yakni memastikan apakah beras itu beras plastik seperti yang kebanyakan kabar yang beredar.

“Baru saja kasus beras plastik di Tual keluar dan terbukti bukan beras plastik. Sekarang giliran Masohi, tapi kami serahkan ke BPOM untuk uji,” lanjut dia. (PRISKA BIRAHY)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *