Bupati Malra Sampaikan Pidato Perdana di DPRD, Kei Besar Diprioritaskan

Bupati Malra Sampaikan Pidato Perdana di DPRD, Kei Besar Diprioritaskan

SHARE
Dari kiri Wakil Bupati Malra, Petrus Beruatwarin, Bupati Malra Muhamad Thaher Hanubun dan Ketua DPRD Malra saat sidang paripurna istimewa DPRD Malra dalam rangka serah terima jabatan, Sabtu (3/11/2018). FOTO : ALADIN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-LANGGUR–Bupati Maluku Tenggara (Malra) Muhamad Thaher Hanubun menyampaikan pidato perdana di sidang paripurna istimewa DPRD Malra dalam rangka serah terima jabatan, Sabtu (3/11/2018). Dalam rapat paripurna istimewa ini, Anderias Rentanubun mantan Bupati Malra menyerahkan memori tugas kepada Bupati Thaher.

Mantan Bupati Malra menyerahkan memori tugas kepada Bupati Malra

Saat pidato perdana setelah dilantik Gubernur Maluku Said Assagaff ini, Thaher yang didampingi Wakil Bupati Petrus Beruatwarin menyampaikan visi misi pembangunan untuk periode lima tahun kedepan, 2018-2023. Secara khusus Thaher menyampaikan trimakasih dan penghargaan yang tulus kepada masyarakat Malra atas kepercayaan dan mandat yang diberikan kepada dirinya dan Wakil Bupati.

“Mengutip amanat Gubernur Maluku saat pelantikan kami, bahwa konstetasi politik telah selesai saatnya friksi dan perbedaan pilihan politik kita tinggalkan, kembali bersatu padu untuk menyongsong era baru, kini saatnya kami memahami mengenal dan mengerti Malra secara lebih dalam, membung Malra lebih maju lagi,” kata Thaher.

Thaher mengungkapkan berdasarkan RPJMD Kabupaten Malra 2005-2025, maka pihaknya merumuskan visi pembangunan Malra periode 2018-2023 yaitu terwujudnya masyarakat Malra yang mandiri, cerdas, demokratis, dan berkeadilan. Karena itu menurutnya, menjadi tugas dan tanggung jawab pihaknya sebagai jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malra untuk memperjuangkan pengolahan wilayah kepulauan yang terdiri dari 68 pulau, sebagai salah satu gerbang terdepan NKRI.

Bupati Thaher menjelaskan salah satu kawasan strategis nasioanal yang ditetapkan pemerintah pusat adalah Malra, didalamnya ada Kei Besar. Kei Besar ditetapkan sebagai wujud pulau terluar sesuai keputusan PP nomor 16 tahun 2017, sehingga inilah kegiatan pembangunan berkeadlian ditandai dengan distribusinya kegiatan hasil pembangunan secara merata antar wilayah daratan dan lautan. “Sehingga secara perlahan menghilangkan kesenjangan antar Pulau Kei Kecil dan Kei Besar sekaligus menghilangkan diskriminasi dan berbagai bentuk ketidakadilan yang ada di masyarakat,” katanya.

Bupati Thaher menjelaskan visi pembangunan Malra tahun 2018-2023 yakni mengoptimalkan kinerja dan kapasitas Pemkab Malra, meningkatkan pemberdayaan sumber daya manusia dan perlindungan sosial yang berkualitas, mengembangkan ekonomi produk unggulan daerah yang kompotitif terserap di pasar, mempercepat pembangunan infrastruktur dalam rangka konektivitas, dan terakhir mengembangkan pembangunan berbasis kewilayahan dengan pendekatan “propesi aproad” berbasis budaya, kearifan lokal dan masyarakat hukum adat.

Bupati mengatakan, untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Malra, maka program strategis pembangunan yang menjadi fokus perhatian dan priotas selama 5 tahun kepemimpinannya dinamakan program “11 M”.

Yakni, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, pembentukan masyarakat hukum adat dan penentuan batas wilayah adat berbasi ratschap dan penyelesaian batas-batas wilayah ohoi dalam koridor hukum positif Indonesia, membuka akses lapangan kerja baru, meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas kesehatan bagi masyarakat, mengembangkan ekonomi kerakyatan, mempercepat pembangunan infrastruktur dalam rangka konektivitas, mengembangkan sektor perikanan yang berkelanjutan, mengembangkan ketahanan pangan lokal.

Selain itu, mendorong pembentukan pemekaran Kepulauan Kei Besar sebagai daerah otonom baru, mengembangkan kreativitas pemuda, pemberdayaan perempuan, seni budaya dan olahraga, serta menjadikan Malra sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia. Menciptakan Kabupaten Malra yang sejuk, aman dan damai dalam bingkai Ain Ni Ain melalui hubungan kemitraan dengan seluruh stekholder.

Bupati Malra

“Visi, misi dan program strategis membutuhkan dukungan dan peran serta kita semua, baik dukungan dewan sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah, maupun perwujudan masyarakat Malra, seluruh jajaran pemda, stekholder terkait, serta dukungan seluruh masyarakat Malra dengan motto Sinergi Bangun Maluku Tenggara Cerdas dan Terang,”kata Bupati.

Dalam pidato ini juga, Bupati Thaher mengajak semua pihak untuk meninggalkan perbedaan selama proses Pilkada Malra 27 Juni 2018. Saatnya menyatukan persepsi serta bergandengan tangan untuk membangun Malra dalam kemaslahatan masyarakat. Diakhir pidato perdananya, Thaher mengatakan atas nama Pemkab dan masyarakat Malra menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang tulus kepada Anderias Rentanubun dan Yunus Serang, Bupati dan Wakil Bupati periode sebelumnya yang telah membangun Malra. (AS)

loading...