Bupati-Wakil Bupati Buru Kunjungi Warga Adat Wanfudiman

by
Bupati Ramly Umasugi, Wakil Bupati Buru Amostafa Besan dan Staf Kementerian Sosial di Dusun Humrei, Kabupaten Buru, Kamis (19/4).

TERASMALUKU.COM,NAMLEA- Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) di daerah Waemoko tinggal di rumah semi permanen yang disediakan pemerintah. Mereka adalah masyarakat adat dari Wanfudiman Dusun Humrey Kecamatan Lolong Guba Kabupaten Buru yang sebelumnya tinggal di gunung. Puluhan kepala keluarga asal Wanfudiman itu menempati rumah yang dapat melindungi mereka dari terpaan hujan deras. Sebelumnya mereka menempati rumah beratapkan daun rumbia dan papan.

Rumah model ini memang banyak ditemui di desa atau dusun dusun di Maluku. Hanya saja daya tahan rumah tersebut lebih pendek. Seorang warga Wanfudiman saat ditemui Terasmaluku.com, Kamis 20 April 2018 di Dusun Humrei, Waemoko mengatakan, saat hujan dia dan keluarga harus berbenah menutup lubang lubang di sela atap. Apalagi lantai rumah mereka dari tanah. Tetesan air mengakibatkan becek. Namun dengan bantuan tersebut, setidaknya mereka tak perlu lagi khawatir air hujan yang merembes masuk.

Pada Kamis itu, Bupati Buru Ramly Umasugi, Wakil Bupati Buru Amustafa Besan, Kasubdit Pelaksana Pemberdayaan Sosial Budaya Ekonomi Lingkungan Dirjen Pekat Kementerian Sosial RI, Anie Sulistyaningsih, anggota DPR RI Komisi X Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga yang juga Duta Komunitas Adat Terpencil (KAT) Krisna Mukti serta dinas pencatatan sipil mendatangi area Dusun Humrei yang telah dibangun 50 rumah semi permanen. Bupati dan rombongan  datang untuk membawa bantuan sekaligus kunjungan ke desa desa yang telah dibantu sebelumnya.

Anie Sulistyaningsih mengatakan kunjungan tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memberdayakan masyarakat di daerah. “Kami bantu memberi jaminan hidup biar nantinya mereka bisa mandiri. Ada dua tahap,” jelasnya saat ditemui di sela sela acara di Humrey.

Pihaknya melakukan pendampingan pertama selama enam bulan. Usai itu masih ada satu tahap lagi yakni, pendampingan selama 3 bulan. Warga dibekali keahlian lain untuk mengusahakan hidup.

Seperti bertani, membuat kerajinan dan lain sebagainya. Anie pun telah menempatkan seorang pendamping yang nantinya membantu warga untuk lebih berdaya setelah beradaptasi dengan lingkungan baru di bawah. Salah satu yang tampak yakni pembangunan MCK umum. “Sementara kita masih buat MCK umum dulu. Sambil diedukasi warga pelan pelan. Gak bisa maksa,” lanjut Anie.

Warga yang terbiasa tingga di alam biasanya memanfaatkan kali atau sungai sebagai tempat mandi hingga membuang hajat. Namun kini mereka sudah mulai menggunakan fasilitas MCK yang disediakan meski belum maksimal. Masih banyak warga yang tetap kembali ke alam.

Hal tersebut tak disoalkan Anie juga pendamping warga. Bagi mereka itu sebagai bagian dari penyesuaian kebiasaan. Pasalnya mereka lebih lama di alam. Alamlah yang membentuk mereka sehingga perubahan perilaku tidak bisa dilakukan dengan paksaan atau dalam waktu singkat.

Pada kunjungan itu Anie juga memastikan realisasi janji Bupati Kabupaten Buru, Ramly Umasugi. Yakni janji pemberian bibit tanaman kepada warga untuk diusahakan secara mandiri. Selain itu pihaknya bakal berkoordinasi dengan Pemkab untuk pembangunan tiga buah tower yang bisa menjangkau Humrei.

Dengan begitu warga bisa mengakses komunikasi yang baik dengan keluarga di luar desa mereka. Pasalnya jalan menuju ke desa Humrea terbilang jauh dan berbatu. Sebagian jalan bahkan masih berupa tanah merah dengan banyak lubang genangan air. Saat hujan, jalan menuju ke desa mereka sulit dilalui dengan kendaraan biasa.

Bupati Ramly mengatakan pihaknya terus berjuang untuk membangun daerah – daerah pedaman di Kabupaten Buru. Pembangunan jalan,  fasilitas pendidikan, kesehatan, pemukiman dan sarana telekomunikasi menjadi perhatian utama Bupati Buru. “Dengan pembangunan jalan, pemukiman dan fasilitas lainnya akan memudahkan warga pedalaman untuk berkembang dan maju bersama masyarakat Buru lainnya,” kata Bupati. (BIR)