Calon Independen Gubernur Maluku Harus Kantongi Dukungan 122.895 KTP

by
La Alwi

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku jalur independen atau perseorangan yang maju di Pilkada Maluku 2018, wajib memenuhi persyaratan dukungan sebanyak 122.895 pemilih.

Dukungan tersebut harus dibuktikan dengan foto copy atau salinan kartu tanda penduduk, atau foto copy surat keterangan domisili dari Dinas Kependudukan dan Pencatata Sipil (Dukcapil) kabupaten/kota, serta surat pernyataan dukungan dari pemilik KTP.

Ketua Devisi Teknis KPU Maluku La Alwi menyatakan, syarat dukungan 122.895 orang itu merupakan 10 persen berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilres 2014 berjumlah 1.216.296 pemilih. DPT Pilres itu menjadi dasar bagi KPU Maluku untuk menentukan perhitungan minimum syarat dukungan calon independen dalam Pilkada Maluku 2018.

“KPU Maluku sudah menetapkan syarat dukungan calon independen yang maju di Pilkada Maluku. Syarat dukungan calon independen berjumlah 122.895 orang, ini merupakan 10 persen dari DPT Pilres 2014,” kata La Alwi kepada Terasmaluku.com, di sela – sela Jalan Sehat, Penggalangan Gerakan Sadar Pilkada di Kota Ambon, Minggu (29/10).

Menurut mantan Ketua KPU Maluku Tengah dua periode ini, dukungan 122.895 pemilih tersebut harus tersebar di 50 persen wilayah Maluku. Karena di Maluku terdapat 11 kabupaten/kota, maka dukungan itu harus ada enam kabupaten/kota di Maluku.

La Alwi menyatakan, sesuai tahapan Pilkada serentak 2018, penyerahan persyaratan dukungan calon independen ke KPU Maluku akan dilakukan pada 9 hingga 22 November 2017 ini. Setelah penyerahan dukungan tersebut, KPU Maluku akan meneliti berkas administrasi dukungan.

Selanjutnya,KPU akan melakukan verifikasi faktual di lapangan dengan menggunakan metode sensus, petugas akan memenuhi langsung setiap pendukung calon independen yang menyerahkan foto copy KTP-nya.

Verifikasi dilakukan KPU Provinsi dan kabupaten/kota serta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa/kelurahan. “Jika pendukung calon tidak kami temui, maka pasangan calon diberi kesempatan untuk menghadirkan pemilik KTP di kantor PPS,” kata La Alwi.

Setelah melakukan verifikasi di lapangan, KPU Maluku akan mengumumkan hasil verifikasi. “Dan jika lolos verifikasi, calon independen tersebut bisa mendaftar ke KPU Maluku sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur bersama calon yang diusung Parpol,” kata La Alwi.

Ia juga mengakui tim sukses pasangan Balon Gubernur dan Wakil Gubernur, Herman Koedoebun dan Abdullah Vanath sudah berkonsultasi ke KPU Maluku untuk maju di Pilkada Maluku dari jalur independen. (ADI)