Calon Penumpang KM. Tidar di Ambon Memilih Batalkan Tiket

by
Kantor PELNI Cabang Ambon

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Manager Operasional PT. Pelni Ambon, Muhammad Assagaff mengakui sebagian calon penumpang KM. Tidar tujuan Tual-Dobo dan seterusnya yang telah membeli tiket di kantor Pelni Ambon memilih membatalkan tiket.

KM. Tidar kandas di perairan Namlea Senin (26/7/2021). Foto : Humas Polres Buru

Ini menyusul KM. Tidar sejak kemarin hingga Selasa (27/7/2021) masih kandas di perairan Pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru.

BACA JUGA : KM. Tidar Kandas di Perairan Namlea, Kabupaten Buru

BACA JUGA : KM. Tidar Masih Kandas di Namlea, Pelni Kirim Tugboat dari Ambon

Pelni Ambon sendiri kata Assagaff memang memberikan dua opsi pilihanbagi calonpenumpang yang sudah terlanjur membeli tiket. Yaotu diperbolehkan kembalikan tiket dengan pengembalian 100 persen atau diangkut KM. Pangrango.

BACA JUGA : Penumpang KM. Tidar Kandas di Namlea Akan Diangkut KM. Pangrango

“Kita sudah antisipasi kemungkinan angkut melalui pangrango juga sebagian ya, karena kan nggak banyak hanya 200an saja. Jadi Pangrango dari Namlea evakuasi penumpang Tidar dia ke Ambon dulu, lalu dia lanjut ke Tual. Kita tawarkan solusi, kalau sumpamanya mereka kembalikan, kita kembalikan 100 persen, tapi umumnya tadi yang saya hadapi dibawah itu mereka ingin bertahan dulu, ada sebagian yang bertahan sebagian sudah batal,”bebernya saat diwawancarai Selasa via seluler.

Yang jadi kendala sambung Assagaff adalah biaya antigen. Karena Pelni tidk bisa mengganti biaya antigen yangtelah dikeluarkan calon penumpang itu.

“Mereka (calon penumpang KM. Tidar) kan bilang udah antigen, kalian antigen itu bukan bayar ke Pelni, maaf kita nggak bisa ganti, kalaupun ada kebijakan paling ya kita bantu tapi kalau untuk menggangti antigen ya nggak, itu kan syarat dari pemerintah bukan Pelni, saya bilang begitu, kecuali kamu beli tiket ke pelni duitnya masuk ke pelni nah itu kita ganti kita kembalikan,”tandasnya.

Dia pun berharap Pelni tidak dijadikan kambing hitam atas musibah ini. “Tolong juga sosialisasikan, antigen ini program dari Pemerintah, bukan dari Pelni jangan sampai pelni jadi kambing hitam gara-gara mereka menuntut pengembalian antigennya gitu loh,”pungkasnya. (Ruzady)