Capaian Makro Ekonomi Maluku Alami Peningkatan

Capaian Makro Ekonomi Maluku Alami Peningkatan

SHARE
PLT Gubernur Maluku Zeth Sahuburua

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Capaian makro ekonomi Maluku dari tahun ke tahun mengalami perbaikan atau peningkatan. Hal ini selaras dengan pelaksanaan program dan kegiatan yang berimplikasi pada pencapaian target dan sasaran pembangunan daerah. Karena itu Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) Provinsi Maluku diminta terus meningkatkan kinerja agar target pembangunan daerah bisa tercapai.

‘’Saya mengajak kita untuk menjaga keberhasilan pembangunan yang telah kita capai, dengan terus meningkatkan kinerja pelaksanaan program dan kegiatan pada setiap OPD sehingga target-target dan sasaran pembangunan daerah sebagaimana yang telah kita sepakati bersama dapat tercapai. Sebagai bentuk kita mensejahterakan kehidupan masyarakat di Maluku,’’ ujar Plt Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua yang disampaikan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Rony Tairas pada acara Rapat Evaluasi Anggaran APBD/APBN Triwulan IV dan Rencana Penyerapan Anggaran Tahun 2018 di  Kantor Gubenur Maluku, Selasa (27/3).

Sahuburua katakan, pagu anggaran APBD Provinsi Maluku Tahun 2017 sebesar Rp.3,18 triliun, terdiri dari belanja langsung sebesar Rp.1,52 triliun dengan realisasi sebesar Rp.1,2 triliun atau 82,53 persen. Belanja tidak langsung sebesar Rp.1,83 triliun, dengan realisasi sebesar Rp.1,52 triliun atau 92,98 persen. “Sehingga evaluasi pelaksanaan anggaran APBD per 31 Desember 2017, total keseluruhan realisasi belanja dari pagu yang dimiliki sebesar Rp. 2,72 triliun atau 87,90 persen,’’ungkapnya.

Dalam rangka percepatan atau akselerasi pembangunan di daerah, lanjut Sahuburua, pada tahun 2017, Provinsi Maluku juga melalui alokasi dari APBN memperoleh anggaran sebesar Rp.7,45 triliun yang terdiri dari kantor pusat sebesar Rp.1,98 triliun dengan realiasasi Rp.1,82 triliun atau 91,91 persen dan dilaksanakan oleh 31 satuan kerja (Satker). “Satker daerah sebesar Rp.5,02 triliun dengan realisasi sebesar Rp.4,63 triliun atau 92,03 persen,’’ujar Sahuburua.

Dia menambahkan, untuk Dana Dekonsentrasi, Provinsi Maluku memperoleh anggaran sebesar Rp.142,11 miliar, dengan realiasasi sebesar Rp.130,78 miliar atau 92,03 persen, dan dilaksanakan oleh 60 satker. Tugas Pembantuan (TP) sebesar Rp. 301,85 miliar dengan realisasi Rp.248,73 miliar atau 42,39 persen dan dilaksanakan oleh 76 satker, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Urusan Bersama (UB) pagu sebesar Rp. 6,79 miliar dengan realisasi sebesar Rp. 6,59 miliar atau 97,05 persen. ‘’Sehingga Total pagu APBN yang dimiliki pada tahun 2017 realisasinya sebesar Rp.6,48 triliun atau 91,81 persen,’’bebernya.

Menurut Sahuburua, realisasi anggaran pada setiap program dan kegiatan yang bersumber dari APBD maupun APBN tersebut, sangat berimplikasi pada pencapaian target pembangunan daerah tahun berjalan. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya capaian indikator makro ekonomi pada tahun 2017. ‘’Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan sebesar 5,81 persen, tingkat inflasi 0,78 persen, tingkat kemiskinan mengalami penurunan menjadi 18,29 persen dan tingkat pengangguran tersisa 9,29 persen,’’ jelas Sahuburua.

Untuk itu, Sahuburua menyebutkan, rapat evaluasi yang dilakukan, harus dipandang sebagai wujud pencapaian target pembangunan daerah, sebagaimana telah ditetapkan pada RPJMD Provinsi Maluku Tahun 2014-2019. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Pimpinan SKPD, Satker Pengelola APBN lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Bappeda kabupaten/kota se-Maluku.(ADI)

loading...