Cara Agen Perjalanan di Maluku Bertahan di Saat Pandemi Covid-19

by
Salah satu agen perjalanan di kawasan Batumerah Kota Ambon, masih bertahan menjalankan bisnis ditengah situasi pandemi. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Maluku mengungkapkan, 90 persen hingga 95 persen dari total anggotanya, yang berjumlah 200  agen perjalanan, tidak menjalankan bisnisnya selama Sembilan bulan terakhir karena pandemi Covid-19.

Ketua Asita Maluku, Faruk Baadila menyatakan, dari jumlah 200 agen perjalanan di Ambon, kini tersisa 20 agen saja yang bertahan saat situasi pandemi ini. Kondisi yang ada, sangat memukul industri agen perjalanan.

Loading…

Apalagi diperhadapkan dengan status Ambon yang masih berada di Zona Merah serta aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pastinya, mobilitas masyarakat dibatasi guna mencegah penularan virus corona. “Saya harus bilang, anggota Asita sangat merugi ,” ujar Faruk, Kamis (17/12/2020).

Oleh sebab itu, ia menyatakan akan gencar mendorong anggotanya menyiapkan paket menarik bagi wisatawan domestik, khususnya  menjelang libur akhir tahun hingga awal tahun 2021. Paket wisata tersebut harus tetap mengutamakan protokol pencegahan Covid-19, sehingga pelancong nyaman dan terhindari dari risiko.

“Tahun mendatang, bisnis agen perjalanan harus mulai bergeliat. Hal ini perlu didorong dengan upaya pemerintah menghidupkan pariwisata domestik,”usulnya.

Faruk menambahkan, pihaknya juga mendorong anggotanya melakukan sejumlah kolaborasi baik dengan maskapai penerbangan, pemerintah daerah, hingga Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Tujuan kolaborasi itu guna menawarkan paket menarik kepada pelanggan.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta pemerintah memberikan insentif kepada para agen perjalanan, yang terdampak pandemi Covid-19. Mengingat, sebelum pandemi melanda, para agen perjalanan memiliki peran cukup penting dalam mempromosikan pariwisata Ambon-Maluku hingga ke luar negeri.(RED)