Catatan dari Seminar Pencegahan Ideologi Radikal di Gereja Silo Oleh : Rudy Rahabeat, Pendeta GPM

by
Dari kanan ke kiri Pdt Rudy Rahabeat, Dr Abdul Manaf Tubaka dan Kombes Andy. FOTO : ISTIMEWA

BERTEMPAT di aula Gereja Silo Klasis GPM Kota Ambon digelar Seminar Sehari bertema Pencegahan Ideologi Radikal dengan menghadirkan narasumber Kombes Andy, Direktur Binmas Polda Maluku, Dr Abdul Manaf Tubaka, dosen IAIN Ambon dan Rudy Rahabeat, Pendeta GPM. Kegiatan ini dibuka Penatua Buce Sipahelut, Wakil Ketua Majelis Jemaat GPM Silo dan dihadiri sekira 70 orang peserta. Berikut saya sertakan sebagian bahan yang disajikan di forum seminar tadi pagi,

Sebuah Apresiasi

 Pertama-tama kita patut memberi apresiasi kepada Jemaat GPM Silo Cq Sub Seksi Pembinaan Kerjasama Antar Agama dan Aliran Kepercayaan atas penyelenggaraan kegiatan bertema “Pencegahan Ideologi Radikal” ini. Persis seperti pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati, maka kegiatan ini dapat dilihat sebagai program antisipasi sekaligus tindakan proaktif gereja untuk menyikapi realitas benturan ideologi dan gerakan-gerakan yang tersamar ataupun terang-terangan memperjuangkan ideologi yang bertentangan ideologi bangsa Indonesia yakni Pancasila.

Peristiwa terorisme di berbagai wilayah di dunia, termasuk di Indonesia bahkan Maluku, mesti menjadi warning bagi semua pihak, termasuk agama-agama, termasuk gereja-gereja, untuk bersama-sama menyikapi fenomena tersebut dengan bijak dan subtantif. Penyikapan ini bertolak dari sebuah prinsip dasar dalam agama-agama termasuk dalam kehidupan bergereja terkait panggilan dan tanggungjawab untuk menjaga dan merawat perdamaian dunia, menjadikan dunia sebagai rumah bersama yang nyaman bagi semua ciptaan.

loading...

Mencegah Radikalisme Mewujudkan Perdamaian Sejati

Tidak ada perdamaian antar bangsa, tanpa perdamaian antara agama-agama,tidak ada perdamaian antara agama-agama tanpa dialog antara agama-agama. Diktum Hans Kung teolog Katolik asal Swiss (lahir tahun 1928) ini dengan jelas menegaskan tiga hal. Pertama, pentingnya perdamaian antar-bangsa atau perdamaian dunia. Kedua, perdamaian antar-agama, dan ketiga, dialog agama-agama. Bangsa-bangsa tidak akan menjadi lebih baik jika saling berperang, seperti antara lain terjadi di beberapa negara di Timur Tengah, termasuk Israel dan Palestina.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *