Catatan Jelang Sidang Ke-43 Klasis GPM Kota Ambon, Oleh : Rudy Rahabeat, Pendeta GPM

by
Pendeta Rudy Rahabeat

MINGGU 3 Maret 2019 pagi  akan digelar Sidang Klasis GPM Kota Ambon di Jemaat Menara Kasih Mangga Dua. Sebuah peristiwa iman yang menjadi sejarah dalam pergulatan klasis ini dalam melaksanakan amanat pelayanan menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di kota Ambon Manise ini.

Tentu ada banyak capaian pelayanan dan tak sedikit tantangan. Namun oleh kemurahan Tuhan klasis yang dinakhodai Pdt NiK Rutumalessy dan Pdt Dana Lohy ini terus bergeliat. Ijinkan saya mencatat 4 fenomena menarik.

  1. Ambil peran di ruang publik. Klasis ini selain mengembangkan pelayanan internal namun juga ambil peran dalam kegiatan-kegiatan bersama pemerintah dan masyarakat di Kota Ambon. Partisipasi dan senergi dengan program pemerintah kota adalah langkah bijak untuk menghadirkan kesejahteraan bersama. Paradigma kolaborasi ini ke depan akan terus dikembangkan secara kritis dan kreatif.

 

  1. Misi eksternal. Selain mengarahkan pelayanan “ke dalam” tapi Klasis ini juga mengembangkan pelayanan “ke luar”. Beberapa kunjungan dan pelayanan holistik di jemaat-jemaat dan Klasis di pulau Seram merupakan jejak manis yang patut diapresiasi. “Kita tidak hanya hidup untuk diri sendiri tetapi solider dan berbagi dengan jemaat dan klasis dalam spirit ber-GPM,” kata Pdt Nick Rutumalessy di suatu kesempatan.

 

  1. Memberi fokus pada segmen dan isu tertentu. Seperti diwartakan salah satu media on line terkait persiapan sidang klasis esok, ketua klasis menyampaikan bahwa ada dua isu utama yang diadrees pada sidang klasis esok yakni HIV AIDS dan kekerasan terhadap perempuan dan anak (Satumaluku.ID, 25 pebruari 2019). Aksentuasi inti penting dan urgen dalam konteks kota Ambon dengan tingkat penyebaran HIV AIDS dan kekerasan terhadap perempuan dan anak kian tinggi. Fokus ini juga akan membantu klasis agar mengkonsolidasikan seluruh potensi yang dimilikinya untuk menyikapi dua isu sentral dari 13 isu yang terdapat di PIP RIPP GPM ini.

 

  1. Generasi milenial. Tak dapat dielakan bahwa kota Ambon sebagai konteks pelayanan klasis ini merupakan kota yang sangat dinamis dan kompleks. Ada banyak hal digumuli di kota ini. Salah satu segmen yang mesti mendapat sentuhan pelayanan secara optimal adalah generasi milenial yang akrab dengan teknologi informasi dan dunia digital. Generasi ini rentan sekaligus potensial. Ketika gereja dalam membaca tanda-tanda zaman generasi milenial ini dan memberi layanan yang prima maka mereka akan menjadi kekuatan transformatif dalam bergereja maupun masyarakat.

 

Tentu ada banyak pergumulan dan agenda yang akan terus digumuli klasis kota Ambon termasuk melalui momen sidang klasis..Semoga melalui momen itu muncul monumen-monumen baru yang menandai babak-babak sejarah pada klasis yang unik ini.

SELAMAT BERSIDANG. TUHAN YESUS MEMBERKATI (Rudy Rahabeat, Pendeta Jemaat Betel Klasis GPM Kota Ambon 2007-2011)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *