Catatan Kriminal Maluku 2018 Ada Tiga Tindak Kriminal Paling Tinggi, Apa Saja

by
Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa (tengah). FOTO : DOK. TERASMALUKU.COM

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Catatan akhir tahun 2018 ada tiga jenis kejahatan yang paling tinggi di Maluku. Penganiayaan, pencurian dan tindak kekerasan. Sebuah rekam jejak kriminalitas di Maluku itu jadi sorotan pihak polda.

Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa kepada wartawan saat memberi keterangan pers, Senin (31/12/2018) mengatakan ada 82 jenis kasus kejahatan konvensional sepajang 2018. Namun hanya tiga kasusu itu yang paling mencolok. “Ada tiga kasus tertinggi sepanjang tahun yakni penganiayaan, pencurian dan kekerasan terhadap orang. Itu yang paling tinggi,” kata Lumowa di Aula Polda Maluku.

Loading...

Dia merinci kasus penganiyaan sebanyak 700 kasus. Pencurian ada 501 kasus, dan tindak kekerasan 292 kasus. Dari tiga kasus tersebut, tindak penganiayaan alami penurunan dari tahun sebelumnya, yakni 719 kasus di 2017. Sama halnya dengan kasus tindak kekerasan yang turun dari 369 kasus di 2017. “Jika dibandingkan dengan tahun 2017, tindak pencurian alami kenaikan dari 399 kasus di 2017 jadi 501 kasus di 2018,” katanya.

Di lain sisi, catatan kerawanan kriminalitas pada satuan kerja (satker) jajaran Polda Maluku, Polres Ambon menduduki posisi teratas. Dengan jumlah kasus kriminal 1.609. “Sedangkan untuk polres Maluku tenggara berjumlah 409 kasus, Ditreskrimum 251 kasus, Polres MTB 214 kasus, Polres Maluku tengah 203 kasus, Polres Kepulauan Aru 145 kasus, Polres MBD 104 kasus, Polres Buru 100 kasus, Polres SBB 95 kasus, Polres ABG 61 kasus,” ungkapnya. (ALFIAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *