Cegah CORONA, Diaspora Banda Naira Minta Gubernur Hentikan Pelayaran Kapal Pelni ke Banda

by
Penumpang kapal Pelni yang tiba di Pelabuhan Banda Naira harus mencuci tangan. FOTO : FACEBOOK RUSANDI ASDI

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 ke wilayah Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Komunitas Perantau (Diaspora) asal Banda Naira meminta Gubernur Maluku Murad Ismail menghentikan sementara pelayaran kapal Pelni ke Banda Naira.

Permintaan Diaspora Banda Naira kepada Gubernur selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Maluku ini, dilakukan setelah mempelajari situasi terakhir perkembangan penyebaran COVID-19 dan kondisi pelayanan kesehatan di Kepulauan Banda. Selain itu, Diaspora juga mempertimbangkan himbauan Aliansi Masyarakat Banda Naira agar menghentikan sementara pelayaran ke Pelabuhan Banda.

“Maka bersama ini kami menghimbau kepada Gubernur Maluku untuk menginstruksikan kepada PT PELNI agar menghentikan untuk sementara waktu KM Ngapulu dan KM Pangrango singgah di Pelabuhan Banda, demi mencegah penyebaran covid-19 di Kepulauan Banda,” kata Ketua Umum Diaspora Banda Naira, Deddy Baadilla dalam siaran pers yang diterima Terasmaluku.com, Sabtu (11/4/2020).

Loading...

Deddy juga mengatakan faktor fasilitas dan pelayanan kesehatan masyarakat yang tersedia di Kepulauan Banda menjadi pertimbangan utama agar pelayaran kapal Pelni dihentikan sementara.  Selain itu lanjut Deddy secara geografis, Kepualaun Banda jauh dari rumah sakit rujukan yang ada di pusat Kota Ambon.

“Bisa dibayangkan apa yang terjadi kalau ada orang yang masuk ke Banda membawa virus ini dengan fasilitas dan pelayanan kesehatan yang minim, belum lagi kondisi geografis yang jauh dari pusat Kota Ambon. Ini masalah buat kita, psikologi masyarakat akan sangat terganggu bila ada orang yang terkena virus,”kata Deddy

Satu dari dua kapal milik PT. Pelni yang singgah di Pelabuhan Banda Naira itu melayari rute kota-kota yang masuk zona merah pandemi virus corona, seperti Jakarta, Surabaya dan Makassar. Karena itu, Diaspora Banda Naira meminta agar Gubernur Maluku menghentikan pelayaran kapal milik PT. Pelni ke Banda.

“Apa yang kami lakukan ini untuk memutus mata rantai dan  melindungi masyarakat Kepulauan Banda dari penyebaran virus corona yang kini penyebarannya makin mengkhawatirkan,” ungkap Deddy. (ADI)   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *