Cegah Covid-19, Napi Lapas Ambon Dibatasi Saat Menerima SK Remisi

by
Kepala Lapas Kelas II A Ambon Syaiful Sahri. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sebanyak 186 narapidana (napi) yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Ambon diusulkan mendapat remisi atau pemotongan masa hukuman, tepat saat perayaan Natal 25 Desember 2020.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II A Ambon, Sayful Sahri memastikan, saat puncak penyerahan Surat Keputusan (SK) remisi, tidak dihadiri seluruh napi, seperti tahun sebelumnya, namun melalui satu sampai dua perwakilan napi.

Loading…

“Semua proses Remisi Khusus atau RK ini pastinya melalui protokol kesehatan yang ketat. Perwakilan napi, wajib memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir yang telah tersedia,”jelas Sayful saat dikonfirmasi, Sabtu (19/12/2020)

Aturan lain yang ditetapkan, saat remisi jam kunjungan bagi keluarga napi ditiadakan, serta tidak ada tamu undangan dari luar. Ini untuk mencegah kerumuman. Penyerahan SK remisi rencananya berlangsung secara online, terhubung dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Maluku dengan Kemenkumham RI dan digelar serentak secara Nasional disemua Lapas dan Rutan.

Untuk 186 napi beragama Kristen di Lapas Kelas II A Ambon yang namanya masuk usulan remisi khusus Natal tambah Sayful, terdiri dari napi terlibat kasus Kesusilaan 1 orang, Pembunuhan dan Pencurian masing-masing 11 orang, kasus Penipuan 2 orang, Narkoba 63 orang, kasus Perlindungan Anak 76 orang, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 2 orang, Lakalantas 7 orang serta kasus pidana umum ringan lainnya ada 2 orang

“Remisi khusus Natal kali ini, didominasi kasus Perlindungan Anak. Untuk Napi terlibat Kasus Korupsi dan Makar tidak diusulkan. Mengenai usulan ini sudah kami sampaikan ke Kemenkumham RI melalui Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Maluku,”jelasnya

Dalam usulan remisi natal, napi yang ada tidak masuk daftar RK II atau langsung bebas, namun hanya mendapat pemotongan sebagian masa hukuman atau RK I, yaitu bagi napi yang tercatat berkelakuan baik selama 6 bulan, mendapat pemotongan masa hukuman selama 15 hari hingga 2 bulan.

“Saya berharap napi yang diusulkan ini bisa disetujui remisinya, sehingga memberikan mereka semangat lagi untuk terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,”katanya. (RED)