Cegah Klaster Pilkada, Penumpang Kapal Tujuan MBD Dibatasi

by
Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten MBD yang juga Sekda MBD, Alfons Siamiloy (kedua dari kanan) saat berikan keterangan pers di Sekretariat Satgas (sebelumnya Gugus Tugas) MBD 6 Juli 2020 lalu. Foto : Dok. Diskominfo MBD

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kini berstatus zona hijau tanpa kasus covid-19. MBD akan melangsungkan pesta demokrasi Pilkada Serentak Tahun 2020 untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati.

Di lain sisi, Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Maluku Kasrul Selang meminta kabupaten penyelenggara pilkada di Maluku harus mewaspadai pergerakan orang lewat mobilisasi massa jelang Pilkada. Ini penting agar tidak muncul klaster baru penyebaran covid-19 di saat Pilkada.

Menanggapi himbauan dari Satgas Provinsi ini, Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Kabupaten MBD, Alfons Siamiloy menegaskan Pemda dan Satgas MBD telah menerapkan sejumlah kebijakan agar MBD tetap zona hijau dan tidak muncul klaster baru penyebaran covid-19 saat Pilkada.

Loading...

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membatasi jumlah penumpang kapal laut yang akan menuju MBD. “Penumpang kapal masih dibatasi hanya 100 orang per kapal dan lebih diutamakan yang berKTP MBD,”tuturnya menjawab Terasmaluku.com via seluler Rabu (28/10/2020).

Tidak hanya itu saja, kesehatan penumpang atau pelaku perjalanan juga harus non reaktif rapid test. Bahkan kata Alfons, ada yang mengusulkan pelaku perjalanan ke MBD harus menujukan hasil swab negatif covid-19.

“Harus dengan hasil non reaktif rapid test baru bisa masuk MBD. Bahkan ada suara-suara kalau bisa pakai swab test saja biar lebih akurat, karena isolasi mandiri belum jamin (bebas covid atau tidak) supaya jangan diisolasi mendingan langsung swab test. Tapi (penerapan wajib swab untuk pelaku perjalanan) ini belum diterapkan, masih pakai hasil rapid test saja,”tandasnya. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *