Cegah Virus Rabies, Ribuan Anjing di Dekat Bandara Pattimura Ambon Divaksin

by
Petugas memberi suntik vaksin anti rabies kepada seekor anjing di Desa Hatu Kamis (22/9)

AMBON-Untuk mencegah penularan virus rabies di desa – desa dekat Bandara Pattimura Ambon yang telah menelan banyak korban jiwa, petugas Dinas Pertanian Provinsi Maluku bersama Lanud Pattimura melakukan vaksin terhadap anjing peliharaan warga. Hingga kini ada sekitar 1.500 anjing peliharaan warga yang sudah divaksin dengan suntikan anti rabies.
Petugas Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Provinsi Maluku bersama Komandan Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Pattimura Kolonel Penerban Aldrin Mongan dan anggotanya, Kamis (22/9) kembali menyisir pemukiman warga di Desa Hatu Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah. Petugas dibantu petugas pemerintah negeri Hatu masuk keluar rumah mencari anjing peliharaan warga untuk disuntik vaksin anti rabies. Warga juga menyerahkan anjing peliharaan mereka untuk divaksin petugas. Hewan anjing yang diberi suntik anti rabies ini mulai dari usia anak hingga anjing usia dewasa, dengan lama waktu vaksin satu tahun.
Aldrin menyatakan, langkah ini dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus rabies akibat gigitan anjing gila di desa – desa dekat Lanud dan Bandara Internasional Pattimura Ambon itu. Ia menyatakan telah banyak korban jiwa sampai meninggal dunia akibat gigitan anjing rabies itu termasuk warga di kompleks Lanud Pattimura.“Kami menginisiasi pemberian vaksin anti rabies ini untuk mencegah penularan virus rabies meluas, karena sudah banyak korban jiwa dan ada yang meninggal dunia akibat kasus ini,” katanya.
Ia menyatakan, desa – desa yang terdampak penyebaran virus rabies berada di dekat Bandara Internasional Pattimura Ambon yang harus bebas dari masalah ini. Karena selain berbahaya bagi keselamatan warga desa, juga keselamatan penumpang pesawat serta memberikan kesan tidak baik untuk pintu masuk Ambon.
Raja Negeri Hatu Markus Heelatu menyatakan masalah rabies merupakan hal paling berbahaya saat ini di Hatu. Ia menyebutkan dalam waktu dua bulan terakhir ini ada empat warganya yang meninggal dunia akibat gigitan anjing yang terserang virus rabies. “Karena itu kami dan warga desa mendukung langkah yang diambil pemerintah dan aparat keamanan untuk melindungi warga dari virus rabies,” katanya.
Setelah divaksin, petugas juga memberi tanda dengan mengikat anjing – anjing tersebut sebagai tanda aman dan bebas dari virus raibes. Selain di Hatu, kegiatan yang sama juga sudah dilakukan pada sejumlah desa lainnya di dekat Lanud dan Bandara Pattimura. Seperti Hative Besar, Tawiri, Laha, Alang dan Liliboy. “Sampai saat ini sudah ada sekitar 1.500 anjing yang kita vaksin dan beri tanda. Kami beri tanda untuk memastikan anjing-anjing tersebut aman bila didekati baik anak-anak maupun orang lanjut usia,” kata Aldrin. ADI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *