COVID-19, DPRD Maluku Terapkan Protokol Kesehatan

by
Sekretaris DPRD Provinsi Maluku, Bodewin Melkias Wattimena. FOTO : FUAD

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sekretariat DPRD Maluku menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas kerja untuk mencegah penyebaran covid-19. Langkah ini untuk melindungi aparat sipil negara (ASN) dan anggota DPRD Maluku agar terhindar dari covid-19 selama bekerja di Gedung DPRD Maluku.

BACA JUGA : DPRD Maluku Minta Gugus Tugas Perketat Surat Izin Perjalanan Warga Dari Zona Merah

Sekretaris DPRD Provinsi Maluku Bodewin Melkias Wattimena mengatakan protokol kesehatan diterapkan menyusul surat edaran Sekertaris Daerah (Sekda) Maluku kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku untuk menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas perkantoran. Surat edaran itu juga meninota OPD menyusul panduan teknis menjalankan aktivitas perkantoran di masa pandemi covid-19.

“Atas surat edaran Sekda itu, kami sudah menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas perkantoran. Kami juga juga diminta untuk menyusun panduan teknis tentang penanganan covid-19 di masing-masing OPD. Ini terkait dengan aktivitas kerja ASN, anggota dan pimpinan DPRD Provinsi Maluku di kantor ini agar terhindar dari Covid-19,” kata Bodewin kepada wartawan di DPRD Maluku, Rabu (3/6/2020).

Loading...

Bodewin menjelaskan  panduan teknis dan langkah-langkah yang disusun pihaknya itu untuk menghindari setiap orang sebagai penyebar covid-19. Karena itu seluruh ASN, anggota dan pimpinan dewan harus menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, jaga jarak fisik, tidak berjabat tangan, mencuci tangan dengan sambun setiap saat setelah beraktivitas.

“Kami berharap seluruh ASN, anggota dan pimpinan dewan menjalankan hidup sehat. Disiplin menerapkan protokol kesehatan, wajib mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang kami sudah siapkan sebelum masuk kantor. Di setiap ruangan juga kami siapkan air dan sabun untuk cuci tangan. Wajib pakai masker, jaga jarak fisik, tidak berkerumun dan berjabat tangan,” jelas Bodewin.

Selain itu kata Bodewin, meja kursi dan ruangan rapat anggota DPRD sebelum dan sesudah rapat dilakukan penyemprotan disinfektan, cairan pembunuh kuman atau virus. Anggota dewan peserta rapat juga harus tetap menggunakan masker dan tidak boleh lepas saat berbicara.

“Selain itu, sarung mic yang dipakai untuk berbicara juga kita ganti setiap waktu untuk mencegah penyebaran covid-19. Apa yang kami lakukan ini tidak jauh beda dengan langkah-langkah yang dilakukan secara umum, tujuan kita adalah kalau pun covid-19 ini masih berkembang, minimal kita bisa memutus mata rantai penyebarannya,” kata Bodewin. (NAIR FUAD)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *