CSR Pertamina Maksimalkan Kembali Paparisa Pintar Negeri Laha

by
Salah seorang anak di paparisa pintar Negeri Laha usai peresmian siang tadi (4/11). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Kini warga Negeri Laha sudah bisa menikmati fasilitas Paparisa Pintar (rumah pintar) dengan optimal. Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pattimura menjalankan program CSR dengan memberi pengembangan kapasitas tenaga pengajar di rumah pintar Laha.

Pjs DPPU Pattimura Pertamina Wayame, Markani menjelaskannya saat peresmian Paparisa Pintar Toisapu (4/11/2020). “Salah satu program CSR DPPU Pattimura di 2020. Yaitu pendampingan di rumah pintar Negeri Laha,” jelasnya kepada wartawan sesaat sebelum kegiatan peresmian berjalan.

Dia menjelaskan rumah pintar itu sejatinya telah berdiri sejak 2017. Lokasinya berada persis di sebelah Pasar Laha. Rumah pintar itu dibangun menggunakan dana desa tahun 2017. Sayangnya pengoperasian belum optimal. Karena itu pihaknya melihat perlu ada dukungan non-fisik agar fasilitas masyarakat itu dapat dipakai dengan semestinya.

Loading...

“Tapi kami lihat pembangunannya belum, kami dukung ini dengan pendampingan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” lanjut Markani.

Mereka bekerja sama dengan sejumlah pihak. Seperti pelatihan di perpustakaan bersama dinas kearsipan dan perpustakaan Ambon juga pemerintah negeri.

Pihaknya berharap agar dengan penguatan kapasitas dan pengembangan tenaga pengajar di situ dapat memajukan rumah pintar, masyarakat tidak hanya anak-anak tapi orang dewasa pun dapat menggunakan fasilitas di situ. Tidak melulu soal membaca, rencananya akan ada sejumlah kegiatan menarik.

Salah satu pengajar di sana, Adrian Rumbia mengatakan untuk saat ini dia bersama 5 tenaga relawan lain mendampingi anak-anak dan siapapun yang datang ke rumah pintar. Memang untuk jenis buku lebih banyak kategori anak-anak. “Kedepan akan dikembangkan lagi melalui CSR pertamina ini katong juga belajar,” katanya. Untuk jam operasioal rumah pintar yakni dari pukul 10.00 WIT hingga 13.00 WIT.

Usai peresmian anak-anak dan orang tua begitu antusias. Mereka yang sering datang membaca dan bermain di rumah pintar langsung melahap beberapa buku bacaan yang masih terbungkus plastik. Dalam sehari kunjungan orang ke rumah pintar antara 10 hingga 20 anak. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *