Cuaca Buruk Menteri Susi Batal ke Tual, Nelayan Pun Dapat Bantuan

by
Dirjen Perikanan Tangkap KKP Sjarief Wijaja menyampaikan sambutan dalam kunjungnnya ke PPN Tual, Kamis (22/3/).

TERASMALUKU.COM,-TUAL – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membatalkan kunjungan kerjanya  ke Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru dan Kota Tual, Kamis (22/3) akibat cuaca buruk. Sesuai jadwal, Menteri Susi seharusnya terbang dari Timika, Papua ke Kota Dobo pada Rabu (21/3) dengan pesawat Susi Air, setelah itu dengan menggunakan kapal Pengawas KKP, Menteri Susi ke Kota Tual. Namun karena kendala cuaca buruk, penerbangan dari Timika ke Dobo dibatalkan.

Sebagai gantinya, Menteri Susi mengutus Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Wijaja ke PPN Tual Maluku, Kamis (22/3/). Dalam kunjungan ke PPN Tual, Sjarief mengungkapkan, KKP tengah gencar membangun perikanan tangkap di wilayah Indonesia  timur, khususnya di  Maluku dan Papua.

Sjarief mengungkapkan, pembangunan SKPT Saumlaki dan SKPT Marauke terus dikembangkan dan digelontorkan anggaran hingga tahun ini. “Kami akan terus bangun SKPT Marauke dan Saumlaki sampai bagus dan fasilitas yang dibutuhkan terpenuhi, saya akan monitor perkembangannya sehingga pemanfaatannya makin optimal untuk menggerakan perikanan di Maluku dan Papua,”kata Sjarief.

Menurutnya, Tahun 2017 nelayan Maluku telah mendapatkan bantuan dari KKP melalui DJPT berupa paket API ramah lingkungan, kapal penangkap ikan, serta fasilitasi permodalan bekerja sama dengan BRI dan BPAN. “Target Tahun 2017 kami salurkan API ramah lingkungan sebanyak 98 paket senilai Rp1,07 miliar jenis gillnet permukaan, gillnet dasar, pole dan line, rawai dasar, pancing tonda, dan handline kepada Koperasi Cakalang Indah Koperasi Nelayan Mina Malheno dan Koperasi Futar Laut,” kata Sjarief.

Selain itu, Maluku juga telah menerima bantuan kapal penangkap ikan sebanyak 114 unit kapal ukuran 5 GT, 10 GT, dan 20 GT senilai Rp17,6 miliar dimana disamping bantuan kapal penangkap ikan, nelayan juga menerima pas kecil, gloss akte, dan surat ukur. “Bantuan kapal juga kamu sudah salurkan 114 unit dengan ukuruan 5,10, dan 20 GT senilai Rp 17,6 miliar, tentunya ini dapat menjadi salah satu alat untuk nelayan Maluku dapat lebih banyak lagi ikan,” katanya.

Sjarief berharap, bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik apalagi Maluku adalah tempat yang penuh dengan kekayaan laut, sehingga pastinya memberikan nilai plus untuk nelayan Maluku mencari rejeki. “Tapi jangan lupa pesan Ibu Menteri, nelayan jangan sampai lupa kelestariannya,” tegasnya.

Sjarief menjanjikan bantuan untuk nelayan Maluku terus digelontorkan tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Bahkan pihaknya dibantu Komisi IV DPR RI berkomitmen makin berfokus pada bantuan untuk nelayan di Indonesia Timur.

Pada kesempatan yang sama Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Agus Suherman mengatakan akan terus membantu nelayan Maluku dalam meningkatkan pendapatan mereka. Maluku merupakan lokasi strategis untuk menangkap ikan karena jumlahnya yang melimpah sehingga nelayan Maluku tidak perlu bersusah paya untuk panen ikan.

“Wilayahnya yang dikelilingi lautan dan kekayaan alam laut yang berlimpah pastinya nelayan Maluku sudah teruji fisiknya dalam melaut. Apalagi ditambah bantuan dari KKP pasti jadi tambah giat dan semangat melaut. Pesan saya pergunakan bantuan KKP dengan baik, supaya hasilnya dapat nilai jual yang tinggi,” kata Agus.

 

Agus juga menjelaskan, nelayan juga difasilitasi dengan bantuan permodalan dari BRI, dimana Tahun 2017 total realisasi outstanding kredit nelayan (perikanan tangkap) sebesar Rp 46.06 miliar dengan jumlah calon debitur sebanyak 2.413 orang yang diberikan untuk kredit usaha rakyat (KUR) dan komersial. Sementara untuk BPAN sepanjang tahun 2017 jumlah realisasi asuransi nelayan di Provinsi Maluku dari target 4.950 orang terelisasi 8.479 orang nelayan dengan total nilai premi sebesar Rp 1,38 miliar.

Hadir dalam kunjungan di PPN Tual, Plt Walikota Tual Hamid Rahayaan, Kadis Kelautan dan Perikanan Maluku, Romelus Far-Far,  Kepala PPN Tual Silvinus Jaftoran, instansi teknis, Koperasi Nelayan, Kelompok Nelayan serta mahasiswa Politeknik Perikanan Negeri. Pada kesempatan ini diberikan bantuan kapal 5 GT serta pemberian bantuan kepada beberapa koperasi, bantuan permodalan dari BRI kepada nelayan, premi nelayan serta perpanjangan ijin operasi penangkapan untuk kapal nelayan di Kota Tual. (AS)