Kinerja APBN di Provinsi Maluku: Belanja dan Penerimaan Triwulan III Meningkat

by
Plt Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku, Syaiful. Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Secara umum, kinerja APBN di Provinsi Maluku hingga akhir bulan September tahun 2021 lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Ini disampaikan Plt. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku, Syaiful saat menyampaikan pokok-pokok Laporan APBN Triwulan III Tahun 2021 dalam siaran pers APBN KITA Provinsi Maluku Periode Triwulan III Tahun 2021 bersama dengan Pejabat Kementerian Keuangan di Lingkup Provinsi Maluku, Kamis (07/10/2021).

Nilai Pendapatan dan Hibah mengalami pertumbuhan dari 10 persen. Pertumbuhan Penerimaan dalam negeri ditopang dari peningkatan penerimaan perpajakan yaitu pajak dalam negeri (PPN) (27 persen) dan Pajak Lainnya (46 persen)) dan PNBP atas PNBP BLU yang tumbuh signifikan sebesar 57 persen.

PBNP yang berasal dari pengelolaan Barang Milik Negara, piutang negara, dan layanan lelang mencapai Rp7,3 miliar atau tumbuh 7,5 persen dibanding periode yang sama di tahun 2020.

“Total penerimaan pajak di Provinsi Maluku hingga September 2021 mencapai Rp1 triliun. Nilai tersebut ditopang sebagian besar dari PPN yang secara nominal mencapai lebih dari Rp400 miliar,”kata Syaiful.

Nilai devisa ekspor mencapai USD 34,04 juta yang terdiri atas sektor pertambangan, perikanan, dan rempah. Sementara nilai devisa impor mencapai USD 85,1 juta yang komoditinya berasal dari Bahan Bakar Minyak.

Adapun Penerimaan pajak dalam rangka impor di Provinsi Maluku hingga September 2021 mencapai Rp138 miliar atau turun 12 persen dari nilai penerimaan di tahun 2020.

Pada sisi belanja negara, APBN tetap menjadi instrumen penting dalam mendorong percepatan program PEN. Realisasi belanja Maluku tumbuh ditopang peningkatan realisasi belanja barang atas kelonggaran kegiatan PPKM, belanja modal kegiatan proyek lanjutan tahun 2020 dan percepatan lelang pengadaan pada awal tahun anggaran dan belanja sosial sebagai akselerasi program PEN.

Penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sampai dengan triwulan III mengalami penurunan tingkat realisasi jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun pemerintah daerah terus berupaya mendorong akselerasi APBD dan percepatan kegiatan PEN sehingga diharapkan dapat mencapai target realisasi di periode Triwulan IV.

Total Realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Provinsi Maluku hingga September 2021 mencapai Rp6,9 triliun atau 54 persen dari pagu Rp12,5 triliun. Realisasi TKDD tersebut terdiri atas:

  1. Rp438 miliar untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik
  2. Rp1,1 triliun untuk DAK Non Fisik
  3. Rp4,7 triliun untuk Dana Alokasi Umum (DAU)
  4. Rp143 miliar untuk Dana Bagi Hasil (DBH)
  5. Rp80 miliar untuk Dana Insentif Daerah (DID)
  6. Rp610 miliar untuk Dana Desa

Di sisi lain, total realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Provinsi Maluku mencapai Rp2,55 triliun yang terbagi atas sektor UMKM, Perlindungan Sosial, Sektoral K/L dan Pemda, dan sektor Kesehatan.

“Nilai penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Maluku hingga 30 September 2021 mencapai Rp835 miliar yang disalurkan kepada 27 ribu debitur,”terangnya lagi.

Nilai penyaluran kredit Ultra Mikro (UMi) mencapai Rp4 miliar yang disalurkan kepada lebih dari 1.200 debitur.

Di akhir tahun 2021, diharapkan belanja dan penerimaan yang bersumber dari APBN di Provinsi Maluku dapat mencapai target sehingga berdampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. (Ruzady)