Wagub Maluku : Pelestarian Lingkungan Salah Satu Cara Pengurangan Risiko Bencana

by
Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno didampingi Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi membuka FGD Penanggulangan Bencana di Ambon, Selasa (19/10/2021). Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno mengatakan beragam cara dapat dilakukan dalam implementasi pengurangan risiko bencana. Salah satunya dengan melestarikan lingkungan dan hal ini perlu diwariskan ke generasi penerus.

Apalagi kata Wagub, pengurangan risiko bencana menjadi hal pertama yang dilakukan dalam upaya penanggulangan bencana.

Hal ini sangat penting untuk dilakukan secara berkelanjutan untuk membangun ketangguhan bangsa dengan beragam potensi ancaman bencana.

Wagub Maluku, Barnabas Orno. foto : Tangkapan layar

“Upaya pengurangan risiko bencana melalui pelestarian lingkungan menjadi warisan baik yang diberikan kepada generasi penerus untuk dilanjutkan,”sebut wagub dalam sambutan pada kegiatan Diskusi Grup Terfokus (FGD) Penanggulangan Bencana pada saat Pandemi Covid-19 di Ambon, Selasa (19/10/2021) sekaligus membuka kegiatan.

Kegiatan ini rangkaian kegiatan peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2021 yang dipusatkan di Ambon, Maluku.

Wagub juga berharap melalui rangkaian kegiatan peringatan bulan PRB 2021 ini dapat menjadi komitmen dan kolaborasi nyata seluruh pihak untuk bersama melakukan pelestarian lingkungan.

“Baku Keku Raih Ketangguhan, tema PRB tahun ini diharapkan menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk melakukan pelestarian lingkungan dalam upaya pengurangan risiko bencana,” tambahnya.

Sementara Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dra. Prasinta Dewi mengatakan rangkaian kegiatan peringatan bulan PRB 2021 melalui FGD menjadi ruang dialog dan belajar para pegiat bencana untuk membangun kesadaran dan memahami praktik pengurangan risiko bencana.

“FGD yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan bulan PRB 2021 ini dapat menjadi ruang dialog bagi para pegiat bencana untuk membangun kesadaran bersama terkait upaya pengurangan risiko bencana,” jelas Prasinta.

Prasinta juga berharap kegiatan FGD dapat melahirkan inovasi untuk penanggulangan bencana di tengah pandemi Covid-19.

“Diharapkan diskusi hari ini dapat menggali inovasi dan identifikasi penerapan protokol kesehatan dalam penanggulangan bencana sehingga dapat membentuk prosedur tetap untuk diimplementasikan,” ujar Prasinta.

Kegiatan FGD turut dibuka dengan pemukulan Tifa, alat musik tradisional dari Maluku, oleh Wakil Gubernur Maluku dan Deputi Bidang Pencegahan BNPB.

Pembahasan FGD terbagi menjadi tiga sesi, yaitu pengurangan risiko bencana, penanganan darurat bencana, penanganan pascabencana pada saat pandemi Covid-19 dengan beragam narasumber dari unsur pentaheliks, yaitu pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, media massa, dunia usaha maupun organisasi nonpemerintah. (Ruzady)