Pendemo Desak Bupati SBT Copot Tiga Kadis, Ternyata Ini Penyebabnya

by
Bupati SBT Abdul Mukti Keliobas menerima aspirasi dari perwakilan pendemo di Pandopo Bupati SBT, Selasa (11/1/2022). FOTO : ISTIMEWA langsung menemui pendemo.

TERASMALUKU.COM,-BULA-Sejumlah orang yang menamakan diri Forum Solidaritas Pemuda Bula Raya (Fospem) berunjukrasa di Pandopo Bupati Seram Bagian Timur (SBT) di Kota Bula, Selasa (11/1/2022).

Dalam aksinya, pendemo menuntut Bupati SBT Abdul Mukti Keliobas mencopot tiga Kepala Dinas yang dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya.

Tiga Kepala Dinas tersebut yakni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) SBT, Umar Bilahmar, Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) SBT, Usman Keliobas dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) SBT, Ilham Hoedrawi.

Bupati langsung menemui pendemo.”Bupati harus copot Kepala Dinas yang punya tupoksi dalam ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepada Badan Penaggulangan Bencana Daerah, dan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup,” kata pendemo dihadapkan Bupati.

Selain tiga Kepala Dinas tersebut, pendemo juga mendesak Bupati SBT mencopot Kepala Pemerintah Negeri Bula, Ismail Patikupang, karena dinilai tidak mampu melihat dan menjalankan tugasnya.

“Copot Kepala Pemerintah Negeri Bula Ismail Pattikupang dari jabatannya. Karena tidak mampu melihat dan menjalankan tugas serta fungsinya,”ucap pendemo.

Mereka juga meminta agar Bupati dan seluruh jajarannya lebih peka dan serius terhadap kondisi lingkungan di Bula, Ibukota Kabupaten SBT yang memperhatikan.

Pendemo mendesak Bupati mencopot tiga Kepala Dinas dan Kepala Pemerintah Negeri Bula karena meraka dinilai tidak serius dan tanggap terhadap bencana banjir dan kondisi sampah yang terjadi di Kota Bula.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Abdul Mukti Keliobas mengatakan, persoalan banjir dan sampah yang terjadi di Kota Bula, dirinya sudah menyampaikan langsung ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku pada Rabu (5/1/2022).

“Kami sudah membuat (Draf Sait Sigtif) dan mengirimkan data nya ke BWS Provinsi Maluku dan dari pihak BWS pun sudah mengirimkan data tersebut ke pemerintah pusat. Pusat menyetujui dalam bentuk pembuatan Kolam Retensi atau Canal rencana pembuatannya pada tahun 2023,” kata Bupati kepada pendemo.

Bupati dua periode ini menjelaskan, akan dianggarkan sekitar Rp 60 miliyar dari pemerintah untuk penanganan banjir di Bula. “Dananya sekitar 60 milyar yang akan dikucurkan pada tahun 2023 oleh pemerintah pusat,” ucapannya.

Bupati juga mengatakan, pada Kamis (13/1/2022), pihak Balai Wilayah Sungai akan berkunjung ke SBT meninjau lokasi banjir yang ada di Kota Kabupaten tersebut.

“Direncanakan hari Kamis, pihak BWS Provinsi Maluku akan meninjau jalan dan titik-titik banjir yang ada di Kota Bula,” kata Bupati. (Sofyan)