Sekda SBB  : Sinergi Harus Diperkuat Demi Peningkatan Layanan JKN

by
BPJS Kesehatan bersama Pemkab SBB menggelar monev atas Penyediaan Fasilitas Kesehatan, Sarana Prasarana dan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Rabu (29/6/2022). FOTO : BPJS KESEHATAN

TERASMALUKU.COM,-PIRU-Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pemangku kepentingan, BPJS Kesehatan mengadakan Forum Monitoring dan Evaluasi (Monev) atas Penyediaan Fasilitas Kesehatan, Sarana Prasarana dan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Rabu (29/6/2022).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten SBB, Leverne Tuasuun dalam sambutannya menyampaikan  pentingnya dilaksanakan pertemuan tersebut untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten SBB.

“Dalam rangka membahas pada hal-hal terkait dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kita perlu menyatukan pemahaman dan koordinasi untuk fokus memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat,” ujarnya.

Leverne menilai, pelaksanaan Program JKN di Kabupaten SBB sudah bagus. Hanya saja, masih terdapat beberapa kendala yang muncul. Untuk itu, Leverne berharap sinergitas dan masukan positif dari anggota forum untuk peningkatan layanan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, HS Rumondang Pakpahan memaparkan materi tentang kepesertaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada Program JKN.

Berdasarkan datanya, pemanfaatan pelayanan kesehatan di Kabupaten SBB semakin meningkat dari tahun ke tahun dan jumlah kasus penyakit katastrofik terbanyak, ialah penyakit jantung dengan persentase 63,34%.

“Saat ini masih terdapat 44.862 jiwa di Kabupaten Seram Bagian Barat yang belum menjadi peserta JKN, kami berharap meningkatnya jumlah pemanfaatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Seram Bagian Barat ini merupakan pertanda baik bahwa masyarakat sudah mulai menyadari pentingnya menjadi peserta JKN,” papar Mondang.

Mondang juga meminta dukungan dari pemerintah daerah agar dapat menyelenggarakan Program JKN dengan optimal, terutama untuk penyediaan sarana dan prasarana di FKTP serta pemenuhan dokter umum dan dokter gigi di FKTP.

“Kami juga mengingatkan untuk RSUD Piru agar segera mempersiapkan (perpanjangan) akreditasinya karena pada tahun 2023 akreditasinya akan segera berakhir. Mohon segera menetapkan langkah strategis untuk percepatan proses akreditasi. Hal ini juga terkait pemberian pelayanan optimal kepada peserta JKN di Kabupaten Seram Bagian Barat,” tambahnya. (ADV)

BACA JUGA :  Kunjungi SBT, Danlantamal Ambon Didoakan Jadi Orang Besar Lagi

No More Posts Available.

No more pages to load.