LSM PJ Kabupaten Buru: Gunung Botak Sumber Kehidupan Masyarakat Adat

oleh
oleh
Ketua LSM Parlemen Jalanan (PJ) Kabupaten Buru, Ruslan Arif Soamole

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tambang emas Gunung Botak Kabupaten Buru, Provinsi Maluku merupakan lahan yang menjadi mata pencarian, sumber kehidupan masyarakat adat. Masyarakat lokal selama ini memenuhi kebutuhan ekonomi mereka dengan pengelolaaan emas. Warga melakukan aktivitas penambang dengan cara kearifan lokal. Karena itu harus tetap dijaga dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak buruk.

Penegasan ini disampaikan Ketua LSM Parlemen Jalanan (PJ) Kabupaten Buru, Ruslan Arif Soamole menanggapi pernyataan Irwan, Koordinator Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Satu Indonesia (Somasi) di sebuah media online.

Ruslan menyebutkan dalam peryataannya, Irwan menyinggung persoalan aktivitas gunung yang tidak sesuai hukum.

“Kami menilai statemen yang dikeluarkan oleh Irwan lewat media massa cacat akan pengetahun yang memang tidak mengetahui secara menyeluru mengenai aktifitas pertambangan di Gunung Botak,” kata Ruslan dalam siaran persnya kepada Terasmaluku.com, Rabu (1/5/2024).

Gunung Botak sudah dari dulu masuk dalam status ilagal, tapi kenapa baru disinggung sekarang terkait dengan status hukum,” kata Ruslan.

Ia mengatakan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Meneral (ESDM) nomor 113 terkait dengan wilayah pertambangan rakyat, Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tetang pemetaan ruang pertambngan dan nomor 26 tahun 2008 nomor 48 tantang pemetaan ruang pertambangan Maluku.

Menurut Ruslan bahwasannya aktivitas pertambangan Gunung Botak yang dilakukan masyarakat telah didukung dengan keberadaan koperasi pertambngan sebagai payung hukum.

“Pernyataan yang dikeluarkan oleh Irawan lewat media massa yang sengaja menyalahkan pelaku usaha emas itu tidak tepat, seharusnya yang bertanggungjawab dalam melihat Gunung Botak itu adalah pemerintah yang harus dengan segara mengeluarkan surat ijin pertambngan (IPR),” kata Ketua LSM PJ  Kabupaten Buru itu.

BACA JUGA :  Cegah Covid-19, DPRD dan Aktivis Larangan Citik dan Karlez Datangkan TKA ke Bula

Terkait pihak aparat keamanan dalam hal ini Polisi, kata Ruslan sudah bekerja dengan maksimal untuk mencegah setiap aktivitas yang ada di Gunung Botak. Namun tidak bisa dipungkiri warga lokal tetap beraktivitas dengan berbagai caranya.

“Biarkan msyarakat melakukan aktivitas di atas (Gunung Botak), biarkan mereka mencari nafkah untuk menghidupi keluarga mereka, jangan diganggu karena Gunung Botak adalah milik semua masyarakat Pulau Buru, milik bersama masyarakat adat Buru,” kata Ruslan. (***)

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.