Pj Gubernur Maluku Sebut Masih Banyak Siswa SD Belum Capai Kompetensi Minimum Literasi, Numerasi dan Karakter

oleh
oleh

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Keterampilan literasi, numerasi dan karakter merupakan kemampuan dasar yang wajib dimiliki peserta didik sebagai bekal dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Namun ternyata, keterampilan ini belum sepenuhnya dikuasai siswa di tingkat pendidikan dasar di Maluku.

”Hasil rapor pendidikan Kemendikbudristek menunjukkan masih banyak siswa sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Maluku yang belum mencapai kompetensi minimum literasi, numerasi dan karakter,” ungkap Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie saat membuka Sosialisai Program INOVASI Fase 3 di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Kamis (30/5/2024).

Sadali mengaku kunci peningkatan mutu pendidikan dasar dan bagian penting dari indikator standar pelayanan minimum (SPM) bidang pendidikan adalah dengan meningkatkan kompetensi minimum literasi, numerasi dan karakter peserta didik.

Pemprov Maluku, kata Dia, akan bermitra dengan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) agar dapat membantu pemerintah daerah meningkatkan mutu pendidikan dasar.

Dalam implementasinya, pemprov akan memfasilitasi INOVASI bekerjasama dengan pemda, universitas, dan komunitas masyarakat untuk memperbaiki hasil belajar literasi, numerasi, dan karakter.

”Melalui dukungan ini diharapkan pemda dapat memperbaiki capaian SPM bidang pendidikan,” tambahnya.

Direktur Program INOVASI Mark Heyward mengatakan, program ini merupakan program kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia. Sejak tahun 2016, Program INOVASI telah mendukung upaya Indonesia melakukan transformasi pendidikan.

Pada masa pandemi COVID -19, INOVASI mendukung pemerintah Indonesia untuk mengatasi kehilangan pembelajaran (learning loss). Program INOVASI Fase 3 diluncurkan pada tahun 2024, untuk mendukung pemda pada lima aspek yaitu kurikukulum dan asesmen, keterampilan  mengajar guru, kepemimpinan sekolah, kesetaraan gender, dan perubahan iklim.

”Dalam seluruh upaya dan dukungan itu, kami akan terus memperbesar kesempatan untuk inklusi anak-anak dan penyandang disabilitas,” tambahnya.

BACA JUGA :  Wagub Maluku Minta Gereja Berperan Untuk Pemilu 2024 Aman dan Damai

Lebih lanjut, Mark mengatakan program INOVASI fase 3 akan menjangkau lebih banyak provinsi di Indonesia. Pada fase sebelumnya program INOVASI hanya bekerja di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Utara. Di Fase 3, program INOVASI akan mendukung Jawa Barat dan Maluku.

”Kami senang sekali karena pada akhirnya kami bisa sampai di Maluku, sebuah provinsi yang indah dan penuh sejarah,” tukasnya.

Manajer Provinsi INOVASI Maluku, Mus Mualim, mengatakan, Program INOVASI Fase 3 secara khusus akan ikut membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat. Ekosistem ini akan membantu pemerintah pusat dan daerah untuk bekerja sama lebih erat, intensif, dan produktif.

Ekosistem Pendidikan akan memungkinkan kebijakan pemerintah pusat selaras dengan prioritas pembangunan pemerintah daerah.

“Kolaborasi produktif seperti ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan hasil belajar siswa dan tercapainya target pembangunan daerah,” terangnya.

Dalam waktu dekat INOVASI bersama Pemprov Maluku, Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru Penggerak (BGP) dan Universitas akan memilih kabupatan dan kota mitra. Daerah yang dipilih diharapkan bisa menjadi percontohan bagi kabupaten dan kota lain di Maluku. (***)

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.