Dalam Enam Bulan, Kasus Ini Paling Banyak Ditangani Polresta Ambon

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kasus perlindungan anak menjadi kasus yang paling banyak ditangani  Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease pada Semester I Tahun 2021 ini.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Izack Leatemia totalnya ada 45 kasus perlindungan anak dari total 261 kasus kriminal yang ditangani.

BACA JUGA : Januari-Juni 2021 BNNP Maluku Berhasil Ungkap Delapan Kasus, Barang Buktinya Sebanyak Ini

BACA JUGA : Mahasiswi Salah Satu Perguruan Tinggi di Ambon Ditangkap Gara-gara Narkotika

Untuk kasus perlindungan anak ini dirincikan, sesuai data Unit PPA Satreskrim, kasus persetubuhan anak jadi yang paling banyak, 26 kasus.

Selain itu ada juga kasus pencabulan anak 12 kasus dan kasus kekerasan terhadap anak 7 kasus.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Izack Leatemia. Foto : Istimewa

“Jadi dari 261 kasus yang ditangani selama periode Januari hingga Juni 2021, paling banyak itu kasus perlindungan anak yang ditangani Unit PPA Satreskrim,”terangnya Rabu (4/8/2021).

BACA JUGA : Jika Dirupiahkan, Nilai Barang Bukti Narkotika Yang Berhasil Diamankan BNNP Maluku Bikin Melongo

Tidak hanya kasus perlindungan anak, ada juga kasus penganiayaan 38 kasus, pencurian kendaraan bermotor 35 kasus dan kekerasan bersama 33 kasus disamping Kekerasan Dalam rumah Tangga (KDRT) 21 kasus.

Sisanya, penipun 8 kasus, tindak pidana ITE dan pemerasan masing-masing 5 kasus. Perzinahan, penggelapan dan pengrusakan masing-masing 4 kasus.

Kemudian kasus pemalsuan, pencabulan, penghinaan masing-masing 3 kasus dan penyerobotan serta pembunuhan masing-masing 2 kasus.

BACA JUGA : Barang Bukti Narkotika Dimusnahkan BNNP Maluku, Ada Yang Diblender Juga Seperti Jus

Sisanya kasus perdagangan orang, bantu tahanan kabur, senjata api, pencurian, penganiayaan hingga korban tewas, penembakan, judi dan kejahatan asusila, perkosaan dan prostitusi serta makar masing-masing 1 kasus.

“Dari 261 kasus yang ditangani, 113 diantaranya penanganan tindak pidananya sudah selesai atau crime clearence,”tandasnya. (Ruzady)