Dalang Bentrokan Sesama Warga di Liang Diringkus Polisi, Lima DPO Diminta Serahkan Diri

by
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang saat berikan keterangan di Polresta Ambon, Selasa (12/1/2021). terkait penangkapan dalang bentrokan yang terjadi di Desa Liang. FOTO : TERASMALUKU.COM

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Aparat Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease meringkus dalang bentrokan antar sesama warga di Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon yang terjadi Senin 4 Januari 2021.

Mereka berinisial FM alias Ojan (21), AMM alias Upi (19) dan tiga lainnya masih dibawah umur masing-masing MAM (17), FS (17) dan SS (17). Bentrokan awal tahun 2021 ini menyebabkan 4 rumah terbakar, 1 diantaranya rusak berat. Sedangkan dalang bentrokan warga yang terjadi Juli 2020 berhasil diringkus adalah berinisial AL, satu dari 6 DPO polisi. Lima lainnya buron.

“Untuk bentrokan 4 Januari 2021, yang sudah diamankan 5 orang tersangka dari Desa Liang, Ojan, Upi dan 3 tersangka lainnya masih dibawah umur, ini pelaku anak, rata-rata 17 tahun. Sementara bentrokan sebelumnya Juli 2020 kita mengejar DPO 6 orang, sudah tertangkap 1, sisa 5 DPO,”jelas Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang saat keterangan pers di Mapolresta Ambon, Selasa (12/1/2021).

Untuk AL, salah satu DPO bentrokan Juli 2020, kata Kapolresta, diringkus di dalam hutan sekitaran Desa Liang. “Agak susah dicari, sembunyi di hutan,”sambungnya.

Dia pun menghimbau kepada 5 rekan AL yang kini masih buron agar lebih baik menyerahkan diri. “Teman-temannya yang 5 orang kami himbau lebih baik menyerahkan diri, anggota kita masih standby disana (Liang),”pesannya.

Leo juga memastikan akan berupaya untuk mencari aktor-aktor lain penyebab bentrokan. “Tentunya kami menduga masih ada beberapa aktor yang berada dibelakang (bentrokan) ini, kami akan tetap cari terus sampai semuanya tetap tertangkap,”tuturnya.

Kapolresta sangat menyesalkan bentrokan sesama warga di Negeri Liang ini. Padahal upaya preentif dan prefentif sudah berulang kali dilakukan. “Kasus di Liang ini sangat kita sesalkan karena berulang kali terjadi. Tahun 2020 sudah lebih dari tiga kali disana dan di awal tahun (2021) terulang lagi,”sebutnya.

Kesadaran masyarakat lanjut dia menjadi kunci. Selagi masyarakat tidak punya kesadaran untuk menjaga ketertiban tentu Polri juga tidak bisa berbuat banyak lagi dan tindakan tegas harus diberikan kepada para tersangka.

“Ini sangat kita sesalkan karena mereka ini sudah berulang kali melakukan hal serupa di tahun-tahun sebelumnya sehingga mau tidak mau kita harus berikan tindakan tegas, kita akan proses hingga pengadilan,”tandasnya.

Kapolresta mengakui ada banyak penyebab yang menjadi pemicu bentrokan di Desa Liang. Diantaranya pemalangan jalan, terjadi pelemparan-pelemparan. “Sudah dilakukan mediasi tapi malamnya mereka kumpul kekuatan melakukan penyerangan,”jelasnya

Selain itu ada juga masalah lain kata Kapolresta, yaitu masalah pemilihan Raja Negeri Liang yang sampai saat ini belum tuntas. “Ini juga jadi salah satu isu yang digunakan sehingga terjadinya konflik kemarin (4 Januari 2021) ini. Sebetulnya kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam hal ini Bapak Bupati untuk segera membantu proses penyelesaian pemilihan Raja di Negeri Liang ini,”bebernya.

Saat ini lanjut dia, kondisi di Liang sudah cukup kondusif. “Kami juga lakukan kegiatan preentif prefentif antara lain kami sudah bangun pos tetap di Liang, saat ini ada penambahan dua regu satuan yang bertuga lakukan pengamanan disana membantu masyarakat menjaga kamtibmas,”pungkasnya. (Ruzady)