Damkar Ingatkan Warga Tambah Alat Proteksi Kebakaran di Tempat Usaha

by
Pemilik usaha batagor mengumpulkan alat masak yang mesih bisa diselamatkan, (15/3). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Kota Ambon kembali ingatkan warga tentang proteksi bangunan dari kebakaran. Gedung-gedung di atas dua lantai dan dengan material bangunan rapuh atau lawas perlu miliki proteksi ganda.

Kadis Damkar Kota Ambon, Edwin Pattikawa dalam kesempatan terpisah beberapa waktu lalu menyatakan, rerata bangunan yang jadi tempat usaha di Ambon merupakan bangunan lama.

Sebagian ada yang dipugar dan ada pula yang baru. Bangunan-bangunan lama yang jadi tempat usaha sangat sulit jika harus menambah proteksi semacam sprinkle.

“Kalau pakai sprinkle kan susah, karena kita harus bongkar plafon lagi. Sementara sudah lapuk dan lama,” jelasnya kepada wartawan di ruangnnya.

Sprinkle atau sistem pemadam kebakaran yang umum ada khususnya pada bagunan kantor atau usaha. Bangunan yang tidak memiliki sistem ini, dikarenakan untuk melengkapi dengan alat proteksi lain. Seperti hydrant atau APAR (alat pemadam api ringan).

Apalagi bangunan tempat usaha yang menyatu dengan tempat tinggal. Kasubag Perencanaan Damkar Kota Ambon, Steven menambahkan kondisi tersebut amat berisiko. “Potensi besar kalau gedung menyatu dengan tempat tinggal,” jelasnya.

Hingga kini pihaknya telah menginspeksi sejumlah bangunan usaha di Kecamatan Nusaniwe dan Sirimau. Mereka yang diketahui tidak memiliki atau hanya miliki satu, disarankan untuk menambah alat proteksi.

Apalagi bangunan-bangunan yang miliki luas lebih dari 30 meter persegi. “Bahkan kalau kita lihat kurang dari 30 meter persegi tapi punya barang atau material mudah terbakar kita sarankan miliki lebih dari satu alat,” lanjutnya.

Berkaca dari kejadian pada Minggu di Jalan Sultan Babullah, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, warga harus lebih peka. Bangunan tempat usaha baiknya dilengkapi dengan perlindungan kebakaran untuk menekan risiko.

Sementara itu saat wartawan meninjau lokasi kebakaran siang tadi, tampak pemilik usaha batagor tengah sibuk menyelamatkan panci, dandang kuali dan alat-alat masak lain yang tidak ikut hangus terbakar. (PRISKA BIRAHY)