Dankor Brimob : Anak Saya Ikut Jadi Tersangka di AKPOL

by
Irjen Pol Murad Ismail (FOTO : ISTIMEWA

JAKARTA-Komandan Korps (Dankor) Brimob Irjen Murad Ismail mengakui bahwa anaknya adalah satu di antara 14 tersangka tewasnya Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam. Hal ini diungkapkan Murad kepada Beritasatu.com di Mabes Polri, Senin (5/6). Murad mengaku tidak perlu merasa menutup-nutupi fakta itu.

“Anak saya ada di sana (waktu kejadian) dan malah jadi tersangka. Dia enggak mukul tapi dia di sana. Kita biarkan saja, mungkin nasibnya bukan jadi polisi. Kamu saja enggak jadi polisi bisa hidup kan?,” kata Murad balik bertanya.

Menurut Murad dirinya-meski berpangkat bintang dua-tidak berupaya membela sang anak di luar koridor hukum yang berlaku. “Saya berusaha membela (sebagai ayah), tapi ya hukum harus ditegakkan. Dia anak saya yang nomor dua. Anak saya pertama kan perempuan,” imbuh Murad. Lebih lanjut dia menambahkan jika dari 13 tersangka lain itu hanya anaknya yang merupakan anak jenderal.

Seperti diberitakan Adam tewas ditangan tersangka yang tak lain seniornya itu pada sekira pukul 02.20 WIB Kamis (18/5) di flat A Graha Taruna Detasemen Tingkat III Komplek Akpol. Ada 14 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Tak hanya diproses hukum, ke 14 orang yang itu juga dipecat dari Akpol.

Setelah memeriksa 21 taruna Akpol rekan korban dan tiga orang pengasuh itulah disimpulkan jika ada 14 orang senior korban yang jadi tersangka dengan peran masing-masing. Selain CAS, 13 tersangka lain adalah RLW, GCM, EA, JED, MB, HA, CAE, dan AKU. Juga GJN, RAP, RK, IZ, dan PDS.

Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang subsidier Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. (BERITASATU.COM)