Dari Emper Ruko, Kini Sukses Jualan Online Cemilan Khas Maluku

Dari Emper Ruko, Kini Sukses Jualan Online Cemilan Khas Maluku

SHARE
Arsyah Marasabessy meraup Untung besar berkat sistem penjualan online, Cemilan khas Maluku kini melanglang buana. FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sagu, bagia, roti kenari, sarut, sagu tumbu, cemilan khas orang Maluku yang laris manis dijadikan oleh-oleh. Setiap hari dipastikan ada saja orang yang membeli untuk dijadikan buah tangan atau cemilan di rumah. Di Kota Ambon, ada banyak tempat yang menjual cemilan ini. Tak hanya di toko besar atau pusat oleh-oleh, tapi juga di Pasar Mardika dan pinggir jalan dekat Kantor Dinas PU Maluku (jembatan PU).

Cemilan khas itu mayoritas berasal dari Pulau Saparua. Para mama yang berjualan mengambilnya langsung dari pembuat di sana. Namun ada pula yang membuat sendiri di rumah. Sayangnya di era yang begini canggih, berjualan secara online tak banyak membawa dampak. Laris tidaknya jualan bergantung dari seberapa banyak wisatawan yang datang.  Bila terlalu lama di luar, cemilan melempem, penjual rugi. Untuk mengakalinya penjualan secara online adalah solusi.

Arsyah Marasabessy, seorang pedagang yang telah membuktikan itu. Dia berjualan cemilan khas di emper Ruko Batu Merah Blok D dekat pangkalan angkot Tulehu. Bila melintas di sekitar Ruko, lapak jualan seadanya di teras sebuah Ruko sekilas biasa saja. Terlihat sama dengan para penjual lainnya.Siapa sangka, penjualan di lapak sederhana jauh melebihi penjual penjual lain yang hanya mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut dan secara offline.

“Katong dudu- dudu bagini tapi pemasukan lebih besar. Jualan online tu akang bisa sampai ke mana mana,” ucap Arsyah saat ditemui di lapak jualannya, Sabtu (12/5/2018). Usaha yang dimulai sejak 2000 itu menggunakan sistem berjualan online. Jika ingin untung tinggi hanya mengandalkan adanya wisatawan atau saat perayaan hari besar. Untung yang di dapat pun tak seberapa. Lalu pada 2016, Arsyah menempuh cara yang berbeda. Cara berjualan online yang dipelajari dari Perpus Seru yang ada di Balai Desa Batu Merah, tempat tinggalnya.

Menurutya program Perpus Seru itu mengajak para pelaku usaha berbisnis tepat, cepat dan efisien. “Katong belajar dari buku-buku diperpustakaan dan hasilnya sangat menguntugkan. Jadi tahu banyak dan berhasil,” lanjut perempuan asal Negeri Kailolo itu. Produk-produk jualannya dibawa ke balai desa lalu difoto. Sama halnya dengan cara promosi para selebgram atau generasi milenial lainnya. Setelah difoto, kemudian diupload. Yang berbeda Arsyah dan para pengusaha kecil lainnya hanya menyiapkan dan menyuplai produk.

Sementara promosi dan penjualan dipegang oleh pelatih dari Perpus Seru. “Pokoknya beta tinggal siap kirim sa. Yang pasti kalau di jualan online stok harus banyak, sebab yang beli beragam dan jumlah banyak,” paparnya.  Sejak berjualan online, dalam seminggu barang yang terjual bisa sampai 100 hingga 150 bungkus. Berbeda dengan hanya berjualan offline, seminggu hanya mampu melepas 20 hingga 25 bungkus. Kini cemilan khas Ambon tak hanya dijual di sekitar kota Ambon, tapi sampai ke luar pulau Ambon, hingga Bekasi.(BIR)

loading...