Dari Mardika Ke Amerika, Berkat Sisik Ikan

by
Theodora Elsje Adelheid Agustin Matrutty. FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

“Jangan pernah remehkan hal sekecil apapun yang kita lakukan.
Sebab keberentungan bisa datang kapan saja,” Ungkapan itu tampakanya berlaku pada Theodora Elsje Adelheid Agustin Matrutty. Berawal dari keisengan membuat baju untuk boneka di masa kecil dan mengumpulkan sisik ikan, Perempuan satu ini berhasil ujuk gigi di Negeri Paman Sam.

Theodora atau yang akrab disapa Thea ini gemar membuat baju berbahan kertas untuk boneka koleksinya. Tujuannya agar bisa ditukar pasang tiap kali. Dia menamainya “Baju Ana Pop”.
Dari hanya baju untuk boneka, desain sederhana itu lantas dijadikan inspirasi membuat baju untuk daily outfit-nya. “Beta suka yang simple tapi nyaman. Sama kayak baju ana pop itu,” jelasnya.

Ibu tiga anak itu lantas memadukan berbagai pola serta bahan untuk mempercantik baju. Seperti padu padan kain shibori asal Jepang dan Tenun Tanimbar. Karya adibusananya mengusung tema kimono cutting yang lurus dan simetris tanpa belahan di sisi depan.

Tak dinyana baju yang kerap dipakai itu mencuri hati seorang kawan di Amerika Serikat yang merupakan owner sebuah EO penyelenggara fashion week di New York. Pada 12 Februari lalu, Thea terbang ke jantung Amerika dan menggelar fashion show pertamanya di hadapan para designer terbaik.

Dosen Fakultas Ilmu Perikanan Universitas Patimura Ambon itu menjadi orang pertama yang bukan designer namun tampil memukau membawa adibusana nan unik itu.”Beta ni bukan designer lho, tapi orang bisa suka beta karya sederhana, itu yang luar biasa sekali,” kenangnya bangga saat ditemui  Terasmaluku.com, Kamis 29 Maret 2018 di workshop miliknya di Rumah Kayu Wayame (Rukawa), Kecamatan Teluk Ambon.

Sebagai salah satu anak daerah, Thea tentu tidak menyia nyiakan kesempatan itu. Kolektor wastra itu memakai tenun Tanimbar dengan corak meriah yang dikawinkan dengan motif tie dye kain Shibori asal Jepang.

Hasil Karya Ibu Thea

Perempuan yang pernah diganjar penghargaan Kartini Award pada 2012 itu membawa 21 baju. Masing masing punya tema berbeda. Thea yang lihai meracik fusion food itu tak tanggung tanggung mencampur tenun dengan bahan plisket yang dinamis. Agar terlihat elagan dan classy, owner penginapan Rukawa itu mendesain dengan model turtle neck.

Tak hanya baju ‘Ana Pop’ yang mencuri perhatian fashionista, designer serta influencers, tapi juga asesoris organik. Yup, asesoris dari sisik ikan jadi primadona pada show yang digelar di Manhattan itu. “Ada tujuh model yang pakai anting dan kalung sisik ikan. Dan semua orang suka,” tuturnya dengan mata berbinar.

Karya dari sisik ikan juga buah dari keisengan mengumpulkan sisik ikan di Pasar Mardika Kota Ambon. Kreasi sisik ikan itu lebih dulu dimulai pada 2004. Di tangan terampil ya, sisik ikan kakap dan kakatua merah jadi asesoris paling unik pada fashion show tersebut. Bahkan dapat disebut the one and only yang ada di Indonesia.

Baginya itu semua itu buah dari menanam ketekunan. Pada tahun lalu Thea juga dianugerahi The best inspiring women oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak 2017. Sepulangnya dari Amerika, perempuan yang jago membuat burger Tuna itu sempat ikut pameran di JCC Jakarta. Beberapa anting sisik ikan juga pernah dipakai Dan jadi kesukaan penyanyi Andien Aisyah dan Elda Suryani vokalis Stars and Rabbit. (BIR)