Dari Morella, Menteri Susi Komando Tenggelamkan 81 Kapal Illegal Fishing di Indonesia

by
Warga menyaksikan penenggelaman dua kapal pencuri ikan asal China di lepas Pantai Negeri Morella Kecamatan Leihitu Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (1/4). FOTO : Metrotvnews.com

AMBON–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal atau Satgas 115, menenggelamkan  81 kapal ikan yang tertangkap melakukan illegal fishing di perairan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, selaku Komandan Satgas memimpin langsung penenggelaman 81 kapal tersebut dari Pantai   Negeri Morellah Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon,   Sabtu (1/4).

Loading…

Di Pantai Morella sendiri ada dua kapal yang ditenggelamkan dengan cara diledakan oleh pasukan Katak Lantamal IX Ambon. Yakni KM.  SINO  26 dan SINO 35 yang ditangkap di Laut Arafuru pada medio Desember 2014 karena mencuri ikan.

Menteru Susi menyatakan, 81 kapal yang ditenggelamkan, 46 kapal diketahui berbendera Vietnam, 18 kapal Filipina, 11 kapal Malaysia, dan 6 kapal Indonesia. Sebanyak 46 kapal telah diputuskan secara Inkrahct  (berdasarkan putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap) dan 35 lainnya ditetapkan berdasarkan penetapan pengadilan.

Kapal yang ditenggelamkan ini mempekerjakan Anak Buah Kapal (ABK) dari berbagai negara seperti Myanmar, Thailand, Vietnam, Laos, Filipina, Cina, dan Indonesia. Sedangkan satu kapal lainnnya, yakni SINO 36 (268 GT, berbendera Indonesia), berdasarkan putusan yang sudah inkracht dirampas untuk negara. Pemerintah akan menjadikan kapal tersebut sebagai monumen yang menggambarkan usaha Indonesia dalam memberantas Illegal, Unreported, Unregulated Fishing (IUUF).

“Kita (KKP) dibantu oleh Tentara Republik Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan penenggelaman di dua belas lokasi, yaitu Aceh, Pontianak, Bali, Sorong, Merauke, Belawan, Tarempa, Natuna, Tarakan, Bitung, Ternate, dan Ambon,” kata Susi.

Menteri Susi didampingi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda (Laksda) Achmad Taufiqoerrochman, Gubernur  Maluku Said Assagaff, Pejabat dari Mabes Polri dan Kejaksaan Agung RI.

Adapun rincian lokasi dan jumlah kapal yang akan ditenggelamkan sebagai berikut: Aceh 3 kapal, Pontianak 8 kapal, Bali 1 kapal, Sorong 1 kapal, Merauke 1 kapal, Belawan 7 kapal, Tarempa 10 kapal, Natuna 29 kapal, Tarakan 6 kapal, Bitung 9 kapal, Ternate 4 kapal, dan Ambon 2 kapal (tidak termasuk SINO 36 yang dirampas untuk negara).

Di beberapa lokasi seperti Aceh, Pontianak, Bali, Sorong, dan Merauke, Menteri Susi memberikan komando penenggelaman melalui video conference. Adapun di Belawan, Tarempa, Natuna, Tarakan, Bitung, dan Ternate, komando diberikan Menteri Susi melalui live streaming.

Penenggelaman dilakukan secara berurutan mulai pukul 10.00 WIB atau 11.00 WITA atau 12.00 WIT sesuai urutan yang telah ditentukan. Adapun kapal ditenggelamkan dengan menggunakan bahan peledak. “Tapi tentu kita sudah perhitungkan agar ini (peledakan) tidak mengganggu lingkungan hidup, kawasan konservasi laut, dan juga keamanan navigasi laut kita,” terang Susi.

Menteri Susi juga mengungkapkan, sebelumnya, KKP juga telah memberikan notifikasi kepada negara-negara terkait yang kapalnya akan ditenggelamkan. “Kita tentu sudah beri notice kepada negara-negara yang kapalnya mencuri ikan kita ini. Kita perlihatkan bahwa kita serius. Kita tenggelamkan agar mereka jera dan tidak mencuri ikan kita lagi,” tandasnya.

Sebagai informasi, jumlah kapal pelaku illegal fishing yang telah ditenggelamkan sejak Oktober 2014 lalu sampai dengan 1 April 2017 adalah 317 kapal, dengan rincian Vietnam 142 kapal, Filipina 76 kapal, Thailand 21 kapal, Malaysia 49 kapal, Indonesia 21 kapal, Papua Nugini 2 kapal, China 1 kapal, Belize 1 kapal dan tanpa negara 4 kapal. (IAN/ DED)