Data Sementara, 105 Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Akibat Banjir dan Longsor di Ambon

by
Rumah warga di kawasan Amahusu, Kota Ambon yang rusak akibat longsor, Sabtu (3/10/2020). Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon hingga Minggu (4/10/2020) malam masih terus melakukan pendataan bangunan rumah maupun fasilitas umum yang rusak akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Ambon, Sabtu (3/10/2020).

BACA JUGA : Hujan Deras, Ratusan Rumah di Ambon Terendam Banjir

Wakil Walikota Ambon, Syarief Hadler bersama Sekretaris Kota Ambon, A. G. Latuheru meninjau lokasi-lokasi terdampak banjir di Kota Ambon, Minggu (4/10/2020). Foto : Humas Pemkot Ambon

Sekretaris BPBD Kota Ambon, Eva Tuhumury mengatakan sesuai hasil rekap sementara data kerusakan oleh BPBD melalui laporan dari desa maupun kelurahan di Kota Ambon hingga pukul 22:00 WIT Minggu malam, dilaporkan ada 105 rumah warga Kota Ambon rusak akibat banjir dan longsoran.

Loading...

“Data kerusakan yang sudah masuk itu ada sekitar 105 rumah warga yang rusak. Ini rumah warga di sejumlah titik seperti Kelurahan Batu Gajah, Batu Meja, Amantelu, Waihoka, Desa Batu Merah,”ungkapnya saat dikonfirmasi via seluler Minggu (4/10/2020) malam.

Apakah rumah-rumah warga ini rusak berat, sedang atau ringan, Eva mengatakan akan diketahui melalui idenfikasi di lapangan. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan jembatan hingga talud sungai pada sejumlah titik di Kota Ambon juga alami kerusakan.

Hanya saja, jumlah pasti fasilitas umum yang rusak akibat banjir dan longsor ini kata Eva masih dilakukan rekap data oleh BPBD. “Fasilitas umum ada juga yang rusak seperti talud sungai, jalan dan jembatan, jalan setapak. Tapi kita sementara masih hitung rekap data jumlahnya berapa banyak,”tandasnya.

Eva juga menyebutkan warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing saat banjir surut Sabtu malam, dan ada juga yang kembali ke rumah Minggu pagi untuk bersihkan rumah-rumah mereka.

“Sampai saat ini warga yang mengungsi tidak ada, hari pertama memang ada pengungsian tapi sifatnya sementara karena malamnya air sudah surut, ada yang pulang malam ada yang pulang pagi,”pungkasnya.

Sementara itu pada Minggu (4/10/2020), Wakil Walikota Ambon, Syarief Hadler bersama Sekretaris Kota Ambon, A. G. Latuheru didampingi personil BPBD Kota Ambon meninjau lokasi-lokasi terdampak banjir di Kota Ambon. (Ruzady Adjis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *