Daur Ulang Sampah Toisapu Jadi Batako  

by
Hasil daur sampah untuk taman kota di Toisapu Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon. FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tak ada yang sia-sia jika kita mau belajar, termasuk dari sampah. Plastik bekas botol minuman kemasan, kotak makan, kertas, buku, atau benda apapun yang tak lagi dipakai akan berakhir di tempat sampah. Sampah sampah yang dibuang di rumah kemudian diangkut ke bak sampah dan menemui nasib akhir bersama sampah lainnya di tempat pembuangan sampah akhir (TPSA).

Namun kini TPSA bukan lagi ‘ajal’ bagi sampah yang kita buang. Di TPSA Dusun Toisapu Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon misalnya, sampah diolah jadi barang layak pakai bahkan menjadi bahan bangunan. Bila berkunjung ke Instalasi Pembuangan Sampah Terpadu (IPST) Toisapu, kita akan menjumpai area hutan mini yang rimbun dengan aneka perabot warna warni.

Di sebidang lahan depan Kantor IPST itu dijadikan tempat belajar bagi anak- anak sekolah alam juga warga. “Area itu baru dibangun dua bulan lalu. Semua dari sampah,” kata  Kepala UPTD IPST, Irene Sohilait saat ditemui medio  Maret 2018.

Hasil daur sampah

Pihaknya membuat meja kursi dari ban mobil bekas yang dicat aneka warna. Juga ada dapur methan yang bahan bakarnya menggunakan 100 gas methan atau metana dari sampah. Dan tak ketinggalan, batako tempat kita berpijak. Ini salah satu karya yang unik yang belum banyak diketahui. Sepintas kita akan mengira itu hanyalah batako biasa yang disusun sejajar di tengah area hutan mini.

Irene menjelaskan seluruh pembuatan batako menggunakan sampah yang didaur ulang. Hasil batako sampah itu sampai mencuri perhatian anggota band Slank. Pada perhelatan Konferensi Musik Indonesia (KAMI) 7-9 Maret lalu Slank sempat menyambangi IPST. “Mereka beda. Saat yang lain datang ke pantai mereka malah mau ke tempat sampah. Liat produk daur ulangnya,” kata Irene bangga.

Ridho Hafiedz slank bahkan lebih dulu menengok pembuatan batako tersebut. Kini area hutan mini dihiasi dengan batako sampah. Tak sedikit pengunjung yang takjub dengan batako tersebut. Bagi Irene cara itu dipakai sebagai media edukasi sampah bagi warga. Belajar menumbuhkan kepedulian pada lingkungan bisa dilakukan dengan cara asyik.

Hutan mini dengan berbagai item daur ulang sampah bisa jadi ide menarik untuk disontek dan dipraktikan di rumah. Sesekali cobalah datang membawa anak, adik atau saudara kita untuk belajar daur ulang sampah di sana. Berbagai produk yang berhasil ditelurkan dapat menjadi inspirasi menarik. (BIR)