Demo Mahasiswa Minta Kejati Usut Dugaan Korupsi Lampu Jalan di Buru, Nama Istri Bupati Disebut

by
Sejumlah mahasiswa asal Buru berunjukrasa di Kantor Kejati Maluku menuntut pengusutan kasus dugaan korupsi lampu jalan di Kabupaten Buru, Kamis (10/6/2021). FOTO : HUS (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Bau korupsi pengadaan lampu jalan di Kabupaten Buru tercium. Mahasiswa beraksi mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku turun tangan mengusut tuntas kasus tersebut.

Sejumlah pemuda mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Kecamatan Bataual (Pemkab), menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejati Maluku, Jalan Sultan Hairun Kota Ambon, Kamis (10/6/2021).

Mahasiswa asal Kabupaten Buru ini mendesak Kejati Maluku memback-up Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru untuk menuntaskan kasus korupsi yang diduga ikut menyeret Istri Bupati Buru, Saihun Hentihu.

“Kita minta agar kasus ini segera dituntaskan aparat penegak hukum,” pinta Bahta A, Ketua Umum Pemkab kepada Terasmaluku.com di depan Kantor Kejati Maluku.

Bahta meminta agar penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Buru dapat melakukan pemeriksaan terhadap semua pihak yang diduga terlibat, termasuk Bupati dan Istrinya.

“Kami minta Bapak Bupati Buru dan seluruh Camat, Kades (Kepala Desa), serta suplayer harus segera diperiksa,” desaknya.

Menurutnya, kegiatan pengadaan lampu jalan diduga dilakukan hanya untuk mencari keuntungan. Bahkan, proyek itu tidak terdapat dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

“Harga 1 lampu jalan sebesar Rp.24 juta. Lampu tersebut juga tidak standar SNI. Dan belum sampai 1 tahun lampu sudah tidak menyala lagi,” terangnya.

Ia mengaku, harga pembuatan lampu jalan yang dibangun di setiap desa ternyata tidak merata.

“Jadi harga lampu yang dibangun ini harganya berbeda-beda di semua desa-desa yang ada di Kabupaten Buru. Ada yang harganya Rp.24 juta, ada juga yang Rp.28 juta,” terangnya.

Para demonstran ini juga mendesak Kejari Buru untuk memeriksa Istri Bupati Buru. Beliau diduga sebagai aktor dibalik pembuatan lampu jalan bermasalah tersebut.

“Dia yang aktor dan terlibat dalam pentahapan lampu jalan ini,” kata Bahta yang dibenarkan Korlap Aksi Hendra Lapandewa.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba mengaku akan menyampaikan tuntutan sikap kepada Kepala Kejati Maluku.

“Saat ini Kejari Buru sedang menangani permasalahan tersebut. Kita juga serius mengusut masalah itu. Dan kita sampaikan terimakasih atas dukungan dari teman-teman semua atas aksi ini,” kata Wahyudi usai menerima tuntutan sikap dari pengunjuk rasa.

Hingga berita ini dipublish, baik istri Bupati maupun Bupati belum bisa dikonfirmasi Terasmaluku.com terkait demo mahasiswa mahasiswa ini.

Peliput : HUS

Editor : Hamdi