Demo PLN Ricuh, Tiga Mahasiswa Ditangkap Polisi

by

AMBON -Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa dari berbagai elemen dan tenaga outsorcing di Kantor PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara, kawasan Tugu Trikora Kota Ambon, Rabu (27/4) berakhir ricuh. Tiga orang mahasiswa ditangkap aparat kepolisian dalam aksi itu.
Kericuhan terjadi saat mahasiswa menerobos pintu kantor yang dijaga puluhan aparat kepolisian namun dihalangi. Karena kesal mereka lalu membakar sejumlah kardus dan sampah bekas minuman di depan kantor itu sambil berorasi.
Aksi pembakaran itu membuat polisi marah. Mereka meminta pendemo segera memadamkan api, namun karena tidak diindahkan aparat langsung membubarkan aksi demo mahasiswa ini.
Sejumlah mahasiswa berhasil kabur sedangkan tiga mahasiswa lainnya ditangkap karena dinilai memancing terjadinya aksi anarkis. Tiga mahasiswa langsung dibawa ke Kantor Polres Pulau Ambon. Selain menangkap mahasiswa, polisi juga mengamankan mobil truk yang beserta alat pengeras suara yang dijadikan pendemo untuk berunjuk rasa.
Sebelumnya Supervisor Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja PLN Wilayah Maluku-Malut, Muhammad Fadli Latuconsina yang sempat menemui pendemo menawarkan agar sepuluh orang perwakilan pendemo dan tenaga outsorcing PT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara masuk ke dalam ruangan untuk membahas masalah yang mereka tuntut, namun permintaan itu ditolak demonstran.
Tak hanya itu aparat kepolisian juga beberapa kali melakukan mediasi dengan para pendemo agar ada perwakilan yang masuk ke dalam ruangan namun mediasi yang dilakukan itu tetap mengalami jalan buntuh.
Dalam aksi itu puluhan mahasiswa menutut agar General Maneger PT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara Indrandi Setiawan segera dicopt dari jabatannya. Mahassiwa kecewa lantaran ratusan tenaga outsorcing yang selama ini bekerja di PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara tidak diberikan hak-haknya sebagai mana mestinya. “Kami minta Direksi PT PLN agar segera mengevaluasi kinerja pimpinan PLN Persero wilayah Maluku-Maluku Utara,”kata Anakletus Fasak salah satu koordinator aksi.
Pendemo juga meminta pihak PLN agar segera menyelesaikan seluruh hak-hak buruh outsorcing di PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara yang selama ini tidak diperlakukan dengan adil. Pendemo juga menuntut agar pihak ketiga yakni para vendor yang menangani buru outsorsing dapat bertanggung jawab. “Sekitar 500 buru outrsorcing di Maluku hanya dijadikan budak dan hak mereka tidak diberikan, kami minta pihak Direksi PLN dapat menyelesaikan masalah ini,”kata Rusli Ketua Bdako HMI Maluku-Maluku Utara. (ADI)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *