Diduga Bermain di Pilgub, Kapolri Copot Wakapolda Maluku

by
Surat Telegram (ST) Kapolri terkait mutasi jabatan termasuk Wakapolda Maluku. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mencopot Wakapolda Maluku Brigjen Pol Hasanuddin. Hasanuddin yang baru menjabat Wakapolda Maluku 30 Januari 2018 ini dicopot karena diduga ikut  bermain mendukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Murad Ismail- Barnabas Orno (BAILEO).

Pencopotan Hasanuddin ini tertuang dalam Telegram Resmi (TR)  Kapolri Nomor : ST/1535/VI/KEP/2018 Tanggal 20 Juni 2018. Dalam TR Kapolri yang diterima Terasmaluku.com, Rabu (20/6/2018) malam, Hasanuddin dimutasikan sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Bindiklat Lemdiklat Polri. Hasanuddin digantikan Brigjen Pol. Akhmad Wiyagus, Direktur Tipikor Bareskrim Polri. “Kami sudah menerima Surat Telegram dari Mabes Polri terkait pergantian Pak Wakapolda Maluku sejak Rabu malam,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat dalam jumpa wartawan di ruang kerjanya, Kamis (21/6/2018).

Pencopotan Wakapolda Maluku ini terjadi setelah ramai beredarnya rekaman suara dan foto arahan yang diduga Wakapolda dengan personil Polres Kepulauan Aru, Bhayangkari, Brimob BKO dan Pol Air di Aula Mapolres Aru, Senin (18/6/2018). Dalam rekaman pertemuan tersebut, Wakapolda mengarahkan keluarga besar Bhayangkara Polres Kepulauan Aru memenangkan pasangan BAILEO. Murad adalah mantan Kepala Korps Brimob Polri dan pernah menjadi Kapolda Maluku.

Loading...

Namun menurut Ohoirat pergantian jabatan Wakapolda Maluku itu merupakan hal yang normatif, biasa  di tubuh Polri dan kapan saja bisa terjadi untuk kepentingan organisasi. Ohoirat membantah pergantian itu terkait dugaan keterlibatan Wakapolda ikut mendukung pasangan BAILEO di Pilgub Maluku 2018.

“Pergantian ini merupakan pertimbangan dari pimpinan untuk kepentingan organisasi. Jadi ini bukan karena kasus kemarin (Pertemuan di Polres Kepulauan Aru) tapi hal biasa di tubuh Polri. Kalau pergantian terkait keterlibatan beliua dalam  kasus kemarin berarti  beliau sendiri, tapi ini ada beberapa juga yang dimutasi,” kata Ohoirat.

Ohoirat mengatakan jika terkait keterlibatan Wakapolda Maluku mengarahkan anggota Polres Kepulauan Aru, Brimob dan Pol Air serta ibu-ibu Bhayangkari mendukung BAILEO, maka pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Bawaslu Maluku untuk mengusutnya. Polda Maluku akan mendukung langkah pengusutan dari Bawaslu Maluku.

“Terkait keterlibatan yang bersangkutan itu ranahnya Bawaslu, biarlah Bawaslu yang melakukan penyelidikan sampai terbukti dan tidaknya, kami siap mendukung Bawaslu untuk mengungkap kasus ini,” katanya. Pantauan Terasmaluku.com, Wakapolda Maluku tidak terlihat di Mapolda Maluku. Parkir mobil dinas Wakapolda di halaman Mapolda kosong.(ADI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *