Diduga Catut Nama Warga, HEBAT dan Dukcapil SBB Bakal Dipolisikan

by
PPS bersama Panwalu SBB melakukan verifikasi faktual di rumah Fadli Boufakar di Dusun Tanah Goyang Desa Loki Kecamatan Huamual Kabupaten SBB, Kamis (4/1).

TERASMALUKU.COM,-PIRU- Pasangan bakal  calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku jalur perseorangan Herman Koedoeboen dan Abdullah Vanath (HEBAT) bakal dilaporkan warga  Dusun Tanah Goyang Desa Loki Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Fadli Boufakar ke Polres SBB.

Hal yang sama juga akan dilakukan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)  Kabupaten SBB. Boufakar akan menempuh laporan ke polisi karena namanya, istrinya, Nur Ani Tuasikal serta nama ibunya, Bida Sangaji, masuk  daftar orang yang  mendukung pasangan HEBAT sebagai  calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2018 dari jalur perseorangan.

Kepada Terasmaluku.com, Kamis (4/1) malam,  Boufakar mengungkapkan, nama dia dan anggota keluarganya masuk dalam dokumen dukungan kepada HEBAT setelah tim verifikasi faktual  petugas pemilihan setempat (PPS) tingkat desa, yang didampingi Panwaslu SBB datang ke rumahnya di Dusun Tanah Goyang Desa Loki Kecamatan Huamual,  Kamis (4/1) pukul 16:40 WIT.

Loading...

Saat itu menurut Boufakar,  petugas PPS mengeluarkan  lembaran kertas dukungan pasangan calon perseorangan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 2018 atau Data B1 KWK, mengklarifikasi dukungan ke HEBAT. Menurutnya,  Ketua Panwaslu SBB Rahman Nurlete yang mendampingi verifikasi faktual mengkonfimasi kepada Boufakar dan keluarganya, apakah mendukung pasangan Herman Koedoeboen dan Abdullah Vanath untuk maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur  Maluku  2018. Pasalnya pada data B1 KWK dari KPU, nama Boufakar, istri dan ibunya  mendukung pasangan HEBAT yang dibuktikan dengan surat keterangan dukungan.

Boufakar dan keluarga kaget nama mereka masuk daftar dukungan tersebut  apalagi dibuktikan dengan surat keterangan dukungan.  Padahal menurut Boufakar ia bersama anggota keluarganya tidak pernah didatangi dan memberikan KTP, apalagi memberikan surat pernyataan dukungan kepada  tim sukses atau pasangan HEBAT.

“Saya dan keluarga tidak pernah memberikan data diri kami untuk mendukung Paslon HEBAT  untuk  maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur  Maluku lewat jalur