Dinas ESDM Maluku Minta Lokasi Emas Tamilouw Ditutup, Simak Ini Alasannya

by
Warga Desa Tamilouw Maluku Tengah mendulang material emas di pantai desa, Senin (22/3/2021). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Fauzan Chatib, meminta agar pertambangan emas yang muncul di pesisir Pantai Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah segera ditutup.

Fauzan bilang lokasi tamban emas tersebut harus ditutup karena dianggap sangat berbahaya terhadap pencemaran lingkungan. Pencemaran akan terjadi karena kata Fauzan dipastikan penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida dipasok pihak lain.

“Makanya antisipasi kita itu yang pertama lokasi itu harus ditutup. Kalau kita biarkan maka memungkinkan kepada pihak-pihak lain untuk memasok misalnya merkuri atau sianida dalam penambangan ini,” kata Fauzan merasa khawatir kepada wartawan di Ambon, Rabu (24/3/2021).

Penutupan lokasi pertambangan emas di Tamilouw menurut Fauzan, harus dilakukan secepatnya sebelum bahan kimia berbahaya dipasok ke lokasi tambang. Bila merkuri atau sianida digunakan, maka ekosistem laut di sana dalam bahaya.

“Sehingga dari jauh-jauh hari ini sudah harus diantisipasi untuk ditutup. Bahan berbahaya beracun kalau sampai digunakan dengan kelebihan dia punya penggunaan tentu saja sangat berbahaya terhadap ekosistem yang ada,” harapnya.

Menurutnya, pertambangan emas yang saat ini sedang dilakukan masyarakat Tamilouw, dilarang. Ini diatur dalam Undang-undang No.3 Tahun 2020 Tentang Mineral dan Batubara, sebagai perubahan atas Undang-undang No.4 Tahun 2009.

“Di situ aturan semua jelas. Ada peraturan pemerintahnya terkait dengan ini. Penambangan tanpa ijin ini tentu saja kan dilarang. Semua penambangan harus berijin. Apakah itu ijin pertambangan rakyat atau ijin usaha pertambangan. Itu harus jelas. Kalau tanpa ijin maka itu pelanggaran yang harus ditertibkan oleh instansi yang berkepentingan di situ,” pintanya.

Warga Negeri Tamilow digemparkan dengan penemuan emas. Mereka ramai ramai turun ke pantai untuk mendulang logam mulia itu. Material emas ditemukan pertama kali oleh Citran Pawae pada Jumat (19/3/2021). Hingga Rabu (24/3/2021), warga terus mendulang emas di pantai secara alaria.  (HUS)