Dinas Pariwisata SBT Bakal Didemo PMII SBT Atas Persoalan Talud Gumumae

by
Ketua Umum PMII Cabang SBT, Asrun Wara-Wara. Foto : Sofyan

TERASMALUKU.COM,-BULA-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Seram Bagian Timur (SBT) prihatin atas kondisi kerusakan talud di bibir Pantai Gumumae, Desa Sesar, Kecamatan Bula.

Pasalnya talud yang pembangunannya ditangani Satker Dinas Pariwisata Kabupaten SBT dan kontraktor dari CV. Julion Jaya Pratama disinyalir dikerjakan asal-asalan sehingga baru dibangun tapi kondisi talud sudah rusak parah.

Loading…

Ketua Umum PMII Cabang SBT, Asrun Wara-Wara mengatakan, seharusnya talud yang dibangun di bibir pantai wisata gumumae itu harus memenuhi unsur kelayakan. Karena kata Asrun, keberadaanya tepat di mata khalayak ramai. Baik saat mereka melakukan kunjungan wisata maupaun agenda lainya di tempat tersebut.

“Pembangunan ini di depan mata publik. Kalau hasilnya rusak parah seperti bagini terus kan tidak bagus. Maka itu, dalam waktu dekat ini kami akan demo Dinas Pariwisata SBT, meminta kejelasnya. Karena pembangunan talud tersebut menggunakan APBD tahun 2020 kurang lebih sebanyak 1,4 miliyar,”ucap Asrun saat diwawancari terasmaluku.com di Bula, Senin, (15/02/2021) pagi.

Asrun, dengan tegas mengatakan, demi kebaikan pembangunan di Bumi Ita Wutu Nusa kedepan, PMII Cabang SBT akan menjalankan funfsinya sebagai agen of control atas kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) SBT. “Kami akan minta kejelasan pihak dinas. Serta konsultan perencana dan kontraktor. Biar meraka tidak terlalu nakal mempermaikan uang daerah,”tegasnya.

Dari temuanya di lapangan kata Asrun, talud sepanjang 700 meter itu hasilnya sangat memprihatinkan akibat rusaknya sangat parah. “Paving blok dari ujung pukul ujung berantakan. Tanda patah merajalela, dan ini tidak bisa dibiarkan. Penegak hukum harus serius menangani persoalan talud gumumae,”tegasnya lagi.

Untuk diketahui, sampai saat ini tersisa empat orang karyawan yang melakukan pekerjaan. Hanya saja, akibat mandek dalam pembayaran, pekerjaan pun belum terselesaikan. “Kerusakan ini tinggal empat orang yang memperbaiki, tapi hasinya belum juga maksimal,” tutupnya.

Sebelumnya, kerusakan talud akibat kedalaman galianya hanya 60 centi meter itu, sudah disoroti oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) SBT dan masyarakat. Hanya saja, konsultan dan kontaktor seakan tebal telinga. Hingga kerusakan semakin terjadi saat dihantam ombak. (Sofyan)