Dinas PUPR Maluku Programkan 11 September Hari Kalesang Negeri

by
Gubernur Maluku, Murad Ismail bersama anak-anak saat mencanangkan gerakan ‘Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik’. di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon Jumat pagi (20/9/2019). FOTO : ANTON HUMAS PEMPROV MALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku memprogramkan pada 11 September sebagai Hari Kalesang Negeri (lestarikan lingkungan).

“Pencanangannya bertepatan dengan HUT Ke – 59 Gubernur Maluku Murad Ismail yang dipusatkan di depan Hotel Santika Jalan Jenderal Sudirman Kota Ambon pada 11 September 2020,” kata Kadis PUPR Maluku, Muhammat Marasabessy, di Ambon, Rabu (9/9/2020).0

Program Kalesang Negeri” nantinya disosialisasikan ke Kota Tual dan sembilan kabupaten lainnya di Maluku untuk menggugah peran serta masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat dan lingkungan dalam rangka meningkatkan perekonomian.

“Jadi Kaleseng Negeri ini diprogramkan menjadi kegiatan rutin setiap tahun difasilitasi Komunitas Peduli Sungai, Lingkungan, dan Negeri yang kadernya di 11 kabupaten/kota di Maluku, memanfaatkan kegiatan Pembinaan Komunitas Lembaga Dinas PUPR Maluku,” ujar dia.

Program Kalesang Negeri bertujuan melestarikan air dan lingkungan, termasuk gunung, laut, dan darat. Kegiatan terkait dengan program itu diawali pencanangannya di Kota Ambon oleh Gubernur Maluku Murade Ismail, antara lain membuat kampung pelangi (warna-warni) di kawasan Pandan Kasturi, Kecamatan Sirimau dan Kampung Jawa, Kecamatan Teluk Ambon.

Loading...

Selain itu, pengamanan daerah milik jalan (damija) dengan proyek percontohan 200 meter. “Jadi, dilakukan sertifikasi badan jalan guna mengamankan area jalan, selanjutnya ditata untuk keindahan kota dalam rangka pengembangan pariwisata serta kepentingan masyarakat,” katanya.

Begitu pula, pembersihan Kota Ambon dalam bentuk pengecatan bangunan, pagar, dan kebersihan di kawasan Simpang Tugu Trikora dan Stadion Mandala Karang Panjang guna mendukung pengembangan pariwisata di daerah itu.

“Terpenting membersihkan alur lima sungai di Kota Ambon, yakni Batu Gantung, Batu Gajah, Waitomu, Batu Merah dan Wairuhu, termasuk saluran-saluran dan pantai di ibu kota Provinsi Maluku,” kata Muhammat.

Dia mengemukakan program Kalesang Negeri didukung anggaran dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau coorporate sosial responsibility (CSR), seperti dari bank, PT PLN, Pertamina, Jasa Raharja, dan Telkomsel.

“Pastinya Dinas PUPR Maluku mengalokasikan anggaran melalui program padat karya yang melibatkan TNI/Polri, Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (GPM), remaja masjid, para kepala sekolah SMA maupun sederajat dan komponen bangsa lainnya dalam rangka melestarikan lingkungan,” kata dia. (Pewarta : Alex Sariwating/Antara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *