Dinilai Bikin Sengsara Warga, Mahasiswa Papua di Ambon Demo Tutup Freeport  

Dinilai Bikin Sengsara Warga, Mahasiswa Papua di Ambon Demo Tutup Freeport  

SHARE
Belasan mahasiswa asal Papua di Kota Ambon berunjukrasa di perempatan Gong Perdamaian Ambon, Jumat (10/8/2018) menuntut penutupan PT. Freeport.

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Belasan mahasiswa asal Papua di Kota Ambon berunjukrasa di perempatan Gong Perdamaian Ambon, Jumat (10/8/2018) menuntut penutupan PT. Freeport. Para mahasiswa menyuarakan keresahan mereka.

Freeport perusahaan pengelola tambang asal Amerika itu dinilai membawa dampak buruk bagi warga Papua. Alih alih menyejahterakan, malah jadi perselisahan berujung jatuhnya korban. Warga Papua juga mahasiswa sempat menjadi korban akibat pertikaian yang ada di sana.

Hal itu mengusik pikiran para mahasiswa Papua yang sementara menuntut ilmu di Ambon. Mahasiswa mengharapkan aspirasi mereka  didengar Presiden Republik Indonesia,Joko Widodo.“Kami (Himpunan Mahasiswa Papua) minta segera tutup freeport,” seru Andreas Kossay lantang. Selama ini kehadiran Freeport dirasa lebih banyak merugikan rakyat Papua. Janji serta  hal hal yang telah dilakukan di Papua dianggap sebagai permen manis yang lekas habis dalam sekejap.

Belum lagi persoalan HAM, sejumlah pelanggaran yang menciderai warga Papua yang tak kunjung tuntas. Andreas bersama Himpunan Mahasiswa Papua di Kota Ambon mendesak agar persoalan di tanah Papua diambil alih oleh pemerintah pusat. “Ada banyak pelanggaran HAM. Seperti Uncen berdarah Biak berdarah. Supaya pemerintah pusat ambil alih,” katanya lagi.

Mahasiswa juga menolak Otonomi Khusus di Papua karena dinilai tidak menguntungkan bagi masyarakat. Protes dari sejumlah mahasiswa itu merupakan bentuk pernyataan sikap tegas dari sebagian warga Papua yang tinggal di perantauan. Rasa memiliki harapan kemajuan serta keadailan bakal terus disuarakan demi Papua. (BIR)

  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...