Dinilai Hampurkan Uang Rakyat, Lawatan Anggota DPRD Ambon ke Luar Negeri Didemo HMI

by
Aktivis HMI menggelar unjukrasa di Kantor DPRD Kota Ambon, Selasa (3/4) memprotes keberangkatan para wakil rakyat Kota Ambon itu ke sejumlah negara. FOTO : ALFIAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Lawatan anggota DPRD Kota Ambon ke sejumlah negara menuai protes aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon. Kader HMI ini menggelar unjukrasa di Kantor DPRD Kota Ambon, Selasa (3/4) memprotes keberangkatan para wakil rakyat Kota Ambon itu karena dinilai hanya menghamburkan uang rakyat.

“Kami menggangap keberangkatan anggota DPRD Kota Ambon  ke luar negeri itu sangat menghamburkan anggaran daerah, semestinya dengan dana tersebut dapat  digunakan untuk mengatasi masalah saat ini di Kota Ambon,” kata koordinator aksi Mizwar Tomagola saat menyampaikan orasinya di Kantor DPRD Kota Ambon. Mizwar mencontohkan, keberangkatan anggota DPRD Kota Ambon  ke Jepang dengan dana Rp  700 juta sangat tidak efektif.

Dana sebesar itu lanjut Mizwar, lebih bermanfaat  digunakan untuk perbaikan dan membangun infrastruktur dan dunia pendidikan di Kota Ambon. “Keberangkatan ke Jepang dengan menghabiskan anggaran 700 juta rupiah hanya untuk melakukan panandatanganan kerjasama saja itu hanya buang anggaran, seharusnya DPRD bisa alihkan biaya perjalanan dinas  itu untuk melihat pendidikan dan infrastruktur di Kota Ambon yang masih tertinggal,” katanya.

Mahasiswa juga menuntut anggota DPRD  mempertanggung jawabakan keberangkatan ke luar negeri beberapa waktu lalu. “Sebagai perwakilan masyarakat kami menuntut dewan  membuka dan melakukan pertanggungjawaban keberangkatan ke luar negeri karena dana yang digunakan sangat besar,” katanya.

Dalam aksi ini, para mahasiswa diterima  sejumlah anggota DPRD Kota Ambon. Anggota Komisi II Saidna Azhar Bin Tahir mengatakan, belum bisa menyampaikan apa yang menjadi tuntuan dari pendemo yakni, membuka pertanggungjawaban perjalanan dinas atau lawatan anggota dewan ke sejumlah negara itu.

Karena menurut Azhar, pimpinan DPRD maupun pimpinan komisi tidak hadir. Sehingga dirinya memberikan waktu untuk bisa menyampaikan apa yang menjadi tuntutan pendemo ke pimpinan dewan. “Saya tidak punya kewenangan memberikan klarifikasi atas tuntutan adik-adik mahasiswa, karena jangan sampai apa yang saya sampaikan keliru. Olehnya itu, saya minta waktu untuk melakukan koordinasi dengan pimpinan,” katanya.

Diketahui sejumlah anggota  DPRD Kota Ambon bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melakukan perjalanan dinas ke sejumlah negara. Diantaranya ke Australia, Amerika, Belanda dan Jepang. (IAN)