Dinilai Salah Kutip, Walikota Ambon Luruskan Kata Gubernur Soal Pesta Kembang Api

by
Walikota Ambon Richard Louhenapessy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Walikota Ambon meluruskan tanggapannya terkait pernyataan Gubernur Maluku yang disebut bertolak belakang dengan kebijakan pemkot.

Sempat beredar pernyataan Gubernur Maluku, Murad Ismaill perihal diadakannya pesta kembang api. Sementara walikota Ambon, Richard Louhenapessy meniadakan segala bentuk perayaan natal dan tahun baru seperti tahun-tahun sebelumnya.

Loading…

Menurutnya pernyataan gubernur tersebut banyak disalahartikan oleh warga. Bahkan dalam sejumlah pemberitaan berkesan tidak ada koordinasi baik antara pemerintah kota dan provinsi Maluku. “Yang pak gubernur lakukan itu maksudnya nanti kita duduk rame-rame (satgas covid-19) di tribun Lapangan Merdeka lalu kita pantau (aktivitas kembang aip). Tidak itu kesalahan kutip,” tutur Richard.

Dia dimaksud gubernur, kata Walikota yaitu pemantauan oleh kedua satgas terhadap adanya aktivitas pesta kembang api oleh warga. mereka rencanannya akan memantau saat malam natal pun pergantian tahun di area terbuka seperti lapangan merdeka. Tujuannya untuk memastikan tidak ada warga yang membikin pesta kembang api dan menghadirkan kerumunan.

Dia menilai pernyataan Murad itu diterjemahkan keliru oleh warga. Seolah ada berbenturan kebijakan terkait penanganan covid-19 selama natal dan tahun baru.

Pada kesempatan apel juga dia menegaskan tidak adanya pesta apapun yang berpotensi mengundang kerumunan orang. ““Natal kali ini tidak ada hiburan kembang api. Tahun baru tidak ada pesta pora,” tegas Richard di sela-sela apel pagi tadi, (23/12/2020).

Saat apel gabungan pagi di balai kota Ambon, Richard Louhenapessy mengingatkan para pegawai lingkup pemkot akan hal itu. Tradisi yang kerap dilakukan saban natal itu harus benar-benar ditiadakan. Dan itu dimulai dari para pegawai pemkot sebagai contoh bagi warga masyarakat.

“Saya anjurkan seluruh pegawai kota, tidak membuka pintu untuk terima tamu. Yang pertama anak-anak saya, saya larang untuk datang. Ucapan Natal hanya lewat virtual. Tidak ada saling kunjung mengunjungi,” lanjut dia.

Perilaku tersebut diharapkan menjadi contoh untuk warga kota. Itu mengingat masih adanya virus yang bsia saja dibawa oleh tamu yang datang ke rumah. Untuk itu timnya akan terus lakukan pemantauan. “Dan saya minta itu jadi contoh buat seluruh kita. Saudara bisa bohong tapi tidak bohong di medsos,” sebutnya lantas tertawa.

Walikota Aambon itu menyoroti aktivitas warganya untuk tidak berbohong dalam jalankan prokes. Media sosial akan terus dipantau sebagai bagian dari tanggung jawab warga menjaga kota dan memutus rantai virus. Dia berharap natal dan tahun baru ini dapat dimaknai dengan utuh meski tak ada tradisi berkunjung dan kembang api. (PRISKA BIRAHY)