Dinkes Buru Telusuri Keterlibatan Kepala Puskesmas Kaiely di Gunung Botak

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Puskesmas Kaiely Kecamatan Teluk Kaiely  Kabupaten Buru, Muhamad Yasin Wael terancam mendapat sanksi tegas. Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) Buru akan  menelusuri keterlibatan Yasin dalam aktivitas penambangan emas ilegal di  Gunung Botak, kawasan petuanan Kaiely. Meski sempat membantah keterlibatannya di Gunung Botak, namun faktanya Yasin diduga kuat masih bermain di Gunung Botak. Bahkan beredar informasi kalau Yasin memiliki tiga unit bak rendaman di kawasan tersebut.

Kepala Dinkes Kabupaten Buru, Adnan Perwira mengungkapkan pihaknya akan menelusuri informasi tersebut. Jika yang bersangkutan terlibat dalam aktivitas penambangan emas ilegal di Gunung Botak maka sanksi akan dijatuhkan kepadanya. “Tentu kami, Dinkes akan cek informasinya. Kalau dia naik saat jam dinas pasti kita akan menidak hal tersebut,”kata Adnan kepada wartawan, Minggu 6 Mei 2018 .

Jika terbukti melakukan pengolahan emas ilegal, menurut Adnan,  selaku abdi negara dan juga pimpinan Puskesmas di Kaiely, tindakan Yasin sangat disayangkan. Yasin seharusnya medukung kebijakan pemerintah untuk tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal di Gunung Botak. Pasalnya menurut Adnan, aktivitas penambangan illegal di Gunung Botak punya konsekwensi terhadap pencemaran lingkungan di wilayah itu.  “Disitu harusnya dia yang mencegah jangan melakukan hal itu, karena itu terkait dengan kerusakan lingkungan di Gunung Botak,” kata Adnan.

Loading...

Adnan menegaskan, jika Yasin beraktifitas diluar jam kantor maka itu masih bisa dimaklumi, namun tetap saja apa yang dilakukan di Gunung Botak tidak dapat dibenarkan. Karena itu pihaknya akan memberikan tindakan tegas jika yang bersangkutan benar-benar ikut terlibat sebagai penambang di Gunung Botak. “Tetapi walaupun dia naik di luar jam dinas tapi melakukan kerusakan dan pencemaran lingkungan kita juga harus bertindak tegas,”katanya.

Adnan  juga berjanji akan memanggil Yasin untuk dimintai keterangannya terkait masalah tersebut. Pemanggilan dilakukan untuk memberikan pembinaan, namun kata Adnan jika hal itu masih saja terjadi maka Yasin akan dilaporkan ke Bupati. “Paling tidak saya akan memanggil melakukan pembinaan dan melarang agar jangan lakukan hal tersebut. Namun jika masih melawan saya laporkan ke Bupati untuk dapat tindakan tegas,”katanya.

Adnan menambahkan tugas pemerintah daerah yakni melarang warga untuk melakukan penambangan emas secara illegal di Gunung Botak. Sehingga jika ada ASN yang terlibat di Gunung Botak maka tentu akan diberi sanksi tegas. ”Kita punya masyarakat saja kalau berbuat kita larang, apalagi ini kepala puskesmas dan kalau memang dia berbuat harus punya bukti dokumentasinya, saya minta kalian juga bisa bantu untuk tunjukan bukti itu,” katanya.

Aktivitas penambangan emas ilegal di Gunung Botak hingga kini terus berlangsung. Penambang melakukan penambangan menggunakan bahan kimia diantaranya  dengan sistem tong dan  rendaman. Padahal lokasi pertambangan itu sudah lebih dari 25 kali ditutup pemerintah karena adanya pencemaran lingkungan.(IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *