Dinkes Maluku : Kasus Gizi Buruk di Piliana Kejadian Luar Biasa

Dinkes Maluku : Kasus Gizi Buruk di Piliana Kejadian Luar Biasa

SHARE
Bayi Flafianus, penderita gizi buruk dari Desa Piliana tengah dirawat di Puskesmas kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah. FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kasus Gizi buruk di Desa Piliana Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) merupakan KLB atau Kejadian Luar Biasa. Hal itu diungkapkan petugas bagian gizi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku, Selasa (7/8/2018) siang. Sebelumnya bayi Flafianus Ilelapotoa yang berusia 9 bulan memiliki berat badan hanya 3 kilogram. Bahkan sejak lahir beratnya sudah tak mencukupi berat lahir bayi normal. Kondisinya pun memprihatinkan.

Martjie Lekatompessy memastikan satu kasus gizi buruk saja merupakan kasus luar biasa (KLB). FOTO : PRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

Martjie Lekatompessy, petugas Bagian Pengelola Kesehatan Gizi Dinkes Maluku membenarkan hal itu. Kasus yang terjadi di wilayah kerja Dinkes Kabupaten Malteng ini dipastikan sebagai kejadian luar biasa. “Satu anak gizi buruk saja itu sudah KLB. Apalagi tiga. Masuk KLB ini,” tegas Martjie Saat ditemui Terasmaluku.com di Dinkes Provinsi Maluku.

BACA JUGA : Dana Desa Tersendat, Tiga Balita di Kaki Binaiya Malteng Alami Gizi Buruk

Dia menjelaskan satu kejadian anak alami gizi buruk saja merupakan peristiwa luar biasa yang perlu mendapat penanganan segera. Pasalnya Kementerian Kesehatan dan Dinkes Maluku telah menjalankan berbagai program dan pelatihan bagi tenaga kesehatan (Nakes), kader kesehatan maupun para ibu agar bisa meresponi bila ada peristiwa.

Sayangnya, hal itu luput dari pantauan Dinkes Provinsi Maluku maupun Kabupaten Malteng. Pihaknya baru saja mengetahui perihal kasus gizi buruk di Desa Piliana saat acara pelantikan tenaga kesehatan gizi di Gedung Wanita, Senin (6/8/2018). Itupun diperoleh melalui media. Staf Gizi Dinkes itu mengatakan informasi didapat oleh seorang dokter di RSUD dr. Umarella Tulehu usai menyaksikan berita gizi buruk di Desa Piliana yang ditayang iNewstv Ambon kemarin.

Menurutnya selama ini tidak ada informasi yang masuk dari Dinkes Malteng terkait gizi buruk di Piliana. Padahal pelatihan dan pendampingan bagi tenaga kesehatan (Nakes) kader kesehatan pun orang tua dalam mengolah makanan sehat bagi anak sudah diberikan. “Ya memang lamban sekali di sana (Dinkes Kabupaten Malteng) padahal sudah pernah katong beri tahu mereka untuk tangani bayi Flafianus itu saat masih gizi kurang,” imbuhnya.

Pada awal Maret lalu Dinkes Provinsi Maluku sempat menyambangi Desa Piliana. Status bayi Flafianus kala itu termasuk gizi kurang. Sejak lahir beratnya kurang dan sempat alami penurunan perkembangan. Bahkan mereka juga menemukan kondisi kakak bayi Flafianus mengalami stunting. Hal tersebut langsung disampaikan ke Dinkes Kabupaten Malteng untuk segera ditangani agar tidak berujung pada kasus gizi buruk.

Sayangnya, hingga peristiwa itu dimuat pada dua media lokal iNewstv dan Terasmaluku.com, pihak Dinkes Malteng belum pernah menyambangi Desa Piliana.Saat ini Dinkes Kabupaten Malteng telah membawa bayi gizi buruk ke Puskesmas Kecamatan Tehoru pada Jumat 3 Agustus 2018. Flafianus Ilelapotoa dan Welsamina Ilelapotoa sudah dirawat di Puskesmas. Keduanya dipastikan berstatus gizi buruk dan masul peristiwa KLB di Maluku.

Kedua bayi telah ditangani dengan prosedur terpadu. Yakni pemberian formula F 75 untuk mengembalikan kondisi bayi stabil kemudian pengobatan dengan formula F 100 serta suplemen. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr Meikyal Pontoh enggan berkomentar bahkan terkesan menghindar saat ditanyai terkait kasus gizi buruk di kantornya, Kawasan Karang Panjang Ambon. (BIR)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...