Dinkes Maluku Punya Strategi Khusus Bagi Nakes yang Tolak Vaksinasi

by
Kepala Dinas Kesehatan Maluku Meikyal Pontoh. FOTO: Dok. Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Vakasin tiba. Sebagian orang ada yang menolak. Pemerintah Provinsi Maluku pun menyiapkan startegi, khususnya bagi para tenaga kesehatan yang masuk vaksinasi tahap pertama vaksin Covid-19.

Strategi yang dimaksud yakni melakukan pendekatan persuasif kepada mereka yang menolak diberikan vaksin.

Loading…

“Bagi siapapun tenaga kesehatan yang masih menolak kita sudah punya strategi khusus untuk itu,” kataKepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meiykal Pontoh kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).

Startegi ini lanjut Meikyal untuk memberi penyadaran kepada tenaga kesehatan akan pentingnya vaksin tersebut. abhkan orang nomor satu di Republik Indonesia saja akan jadi orang pertema penerima vaksin dan disiarkan secara langsung.

Hal ini juga sejalan dengan aturan dari lembaga kesehatan dunia WHO. Yakni untuk memberi penyadaran bagi mereka yang masih ragu dan takut. Apalagi vaksin ini memang bukan sesuatu yang wajib.

“Kalau menurut WHO itu memang tidak wajib. Kalau wajib itu berarti kan ada sanksi, nah menurut WHO perlu kesadaran jadi tugas kita itu sekarang mendekati mereka secara persuasif¬† siapapun dia,” ungkapnya.

Pendekatan secara persuasif itu akan melibatkan kepala dinas di tingkat kabupaten kepala rumah sakit juga puskesmas. Mereka-mereka ini yang akan berinteraksi langsung memainan peran dengan para nakes di daerah.

“Kalau misalnya ada pegawai atau misalnya stafnya yang masih menolak itu akan diberi pengertian karena saya pikir untuk orang kesehatan itu lebih muda karena mereka secara medis sudah mengerti vaksin itu seperti apa kemudian tujuannya untuk apa cara kerjanya seperti apa,” katanya.

Para kepala dinas, RS pun puskesmas juga akan mendapat penjelasan ilmiah terkait vaksin tersebut. Informasi itu untuk kebutuhan internal. Ada juga rangkaian petunjuk teknis (juknis) terkait itu.

Dinas kesehatan kata Meiykal akan membangun posko vaksinasi di luar fasilitas kesehatan yang ditunjuk. Ini bertujuan untuk memudahkan jangkauan akses bagi mereka yang tidak jauh dari pusat desa atau di pelosok dan pedalaman.

“Nanti dibangun juga posko vaksinasi ini untuk menjangkau nakes yang berada di pedalaman dan di pulau-pulau yang sulit dijangkau,” katanya.

Nantinya setiap tenaga medis akan mendapat pesan singkat untuk menjalani vaksinasi di tempat yang telah ditentukan. Mereka yang sudah terdata melalui NIK akan mendapat konfirmasi ulang melalui telepon selular. (PRISKA BIRAHY)